25 C
Jakarta
Senin, September 26, 2022

WHO: Risiko Penularan Cacar Monyet di Kawasan Rendah

Jenewa, Swiss — 

Direktur Regional Badan Kesehatan Dunia, WHO, Ahmed Al Mandhari mengatakan hanya satu kasus cacar monyet yang terdeteksi di Mediterania Timur. Ia menambahkan bahwa virus di wilayah yang mencakup negara-negara Teluk, Afrika Utara dan Asia itu telah dapat dikendalikan.

Mandhari mengatakan pada 25 Mei lalu satu-satunya kasus yang terdeteksi di kawasan itu adalah di Uni Emirat Arab (UEA).

Otoritas kesehatan UEA telah mendeteksi kasus pertama virus cacar monyet di negara itu pada seorang perempuan muda yang melakukan perjalanan dari Afrika Barat. Pemerintah UEA tidak banyak bicara tentang kondisi pasien itu, tetapi menekankan bahwa pihak berwenang sedang menyelidiki kontak pasien itu dan “mengambil semua tindakan yang diperlukan” guna membatasi perebakan cacar monyet.

“Kami bersyukur kepada Tuhan bahwa sebagian besar orang yang terinfeksi, pulih dalam beberapa minggu tanpa pengobatan,” ujar Al Mandhari ketika berbicara secara virtual dari forum Majelis Kesehatan Dunia ke-75 di Jenewa.

Cacar Monyet Berasal dari Hewan Liar

Cacar monyet adalah virus yang berasal dari hewan liar, seperti hewan pengerat dan primata, yang terkadang menular ke manusia. Cacar monyet adalah bagian dari virus cacar.

Penyakit ini pertama kali diidentifikasi oleh para ilmuwan pada tahun 1958 ketika ada dua wabah penyakit “seperti cacar” pada monyet yang menjadi obyek penelitian. Oleh karena itu penyakit ini disebut cacar monyet.

Infeksi pada manusia pertama diketahui terjadi tahun 1970, yaitu pada seorang anak laki-laki di pedalaman Kongo.

Sebagian besar kasus pada manusia terjadi di Afrika Tengah dan Afrika Barat; dan wabah ini relatif terbatas.

Para pejabat di seluruh penjuru dunia sedang mengamati dengan seksama munculnya lebih banyak kasus cacar monyet, untuk pertama kali merebak di antara orang-orang yang bahkan tidak melakukan perjalanan ke Afrika, tempat endemik cacar monyet.

Namun demikian mereka menekankan bahwa risiko penyakit ini terhadap publik rendah.

Kasus-kasus yang dilaporkan di luar Afrika “dianggap sebagai pengingat bahwa dunia akan terus menghadapi wabah penyakit yang dapat muncul kembali,” tambah Al Mandhari. Ia menyerukan kepada negara-negara untuk “terus memperkuat dan menanamkan investasi pada kesiapsiagaan dan kapasitas tanggapan pada dunia kesehatan.” [em/ka]

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles