26.9 C
Jakarta
Minggu, Desember 4, 2022

Wall Street Ditutup Melemah, Investor Menanti Keputusan The Fed

Indeks saham Amerika Serikat (AS) atau wall street ditutup melemah pada perdagangan, Senin (14/11). Investor mendalami pernyataan dari pejabat Federal Reserve AS (The Fed) tentang rencana kenaikan suku bunga, setelah wall street mengalami reli yang besar di pekan lalu.
Mengutip Reuters, Selasa (15/11), Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 211,16 poin (0,63 persen) menjadi 33.536,7. S&P 500 (.SPX) kehilangan 35,68 poin (0,89 persen) menjadi 3.957,25. Kemudian Nasdaq Composite turun 127,11 poin (1,12 persen) menjadi 11.196,22.
Di antara sektor S&P 500, real estate turun 2,7 persen, konsumer pilihan turun 1,7 persen dan keuangan turun 1,5 persen. S&P 500 mencatatkan persentase peningkatan terbesar per mingguan sejak akhir Juni lalu, sedangkan Nasdaq juga mencatatkan minggu terbaik-nya sejak Maret.
Adapun Wakil Ketua The Fed, Lael Brainard pada pada Senin (14/11) sempat memberi sinyal bahwa bank sentral kemungkinan akan memperlambat kenaikan suku bunga. Anggota Dewan Gubernur Federal Reserve Christopher Waller pada hari Minggu (13/11) juga sempat mengatakan, The Fed mempertimbangkan untuk memperlambat laju kenaikan pada pertemuan selanjutnya.
Menurut Christopher, pernyataan tersebut tidak serta merta dilihat sebagai ‘aksi halus’ dalam menurunkan inflasi. Di mana, wal street mengalami reli ekuitas besar-besaran pada akhir pekan lalu yag dipicu rilis data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan, sehingga mendorong harapan investor bahwa The Fed dapat kembali mengetatkan kebijakan moneter.
“Masih terlihat sensitivitas terhadap pembicaraan Fed. Yang satu sedikit hawkish, satu lagi sedikit dovish,” ujar kepala investasi di North Star Investment, Eric Kuby.
Pejabat The Fed akan berdiskusi pada akhir pekan ini mengenai sejumlah rilis data, termasuk penjualan ritel dan perumahan, serta laporan pendapatan dari ritel besar.
“Masuk akal pasar ingin berhenti sejenak dan keduanya benar-benar mencoba memahami kebijakan Fed dan apa yang akan menjadi sentimen berikutnya,” kata kepala strategi investasi di BMO Wealth Management Yung-Yu Ma.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles