27.8 C
Jakarta
Senin, Februari 6, 2023

Traveler, Ini yang Harus Diperhatikan saat Ingin Naik Bus di Singapura

Singapura menjadi destinasi favorit para turis untuk menghabiskan liburan di luar negeri. Saking favoritnya, Indonesia menjadi salah satu negara yang paling banyak menyumbang turis asing untuk berkunjung ke Singapura.
Saat berkunjung ke Singapura, tak jarang banyak turis merasa kagum dengan sistem transportasi publiknya yang cukup tertata dan mudah digunakan.
Misalnya saja MRT yang terkenal sebagai transportasi utama masyarakat Singapura untuk bepergian. Namun, tak hanya MRT, ada pula bus yang tak kalah mudahnya kamu temukan di Singapura.
Transportasi publik tersebut juga terkenal dengan keteraturannya dan proses naiknya cenderung mudah bagi turis asing. Namun, meskipun terlihat rapi dan mudah, ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan ketika naik bus di Singapura.
Seorang Warga Negara Indonesia yang pernah tinggal 3 tahun di Singapura, Seruni Puspita, membagikan apa yang harus diperhatikan saat akan menaiki bus selama di Singapura.
“Setiap bus stop di Singapura itu beda tujuan dan beda arah. Mungkin busnya sama, tapi yang harus diperhatikan itu tujuan dan arahnya,” kata Seruni Puspita, saat berbincang dengan kumparan beberapa waktu lalu.
Walau demikian, kamu tak perlu khawatir, karena di beberapa bus stop tersedia beragam informasi, mulai dari nomor bus, posisi bus, tujuan bus, hingga rute-rute yang akan dilewati bus tersebut.
“Di bus stop yang bagus itu biasanya ada kayak map interaktifnya, jadi bisa tahu busnya lagi di mana, dan akan jalan ke arah mana. Malah, turis bisa tahu berapa lama lagi bus itu bakalan sampai di bus stop yang kamu diami saat itu,” ujar Seruni.
Lalu, bagaimana jika turis bingung dan ingin bertanya kepada sopir bus? Jangan takut bertanya, karena sopir bus di Singapura yang biasa disebut Bus Captain sudah dilatih untuk melayani penumpang asing.
“Kamu boleh tanya kok, apakah bus yang akan kamu naiki ini adalah bus yang tepat untuk tujuanmu. Nanti, mereka akan jawab, kalau benar kamu akan dipersilakan naik, kalau salah mereka akan kasih tahu nomor bus yang harus kamu tunggu untuk kamu naiki,” kata Seruni.
Tak hanya rute bus, ada pula beberapa hal lainnya yang harus kamu perhatikan saat naik bus di Singapura. Apa saja?
Hal lainnya yang harus kamu perhatikan saat naik bus di Singapura adalah biayanya. Hampir sama seperti di Indonesia, biaya yang harus dikeluarkan untuk naik bus di Singapura akan dihitung berdasarkan jaraknya.
Bus fare, biaya busnya juga berdasarkan jarak itu ngitungnya gimana, sih? Ya, dimulai dari ngetap kartu saat naik hingga tap kartu untuk turun atau mengakhiri perjalanan kamu,” ujar Seruni.
Jadi, untuk bus fare di Singapura dibagi beberapa tier dan disesuaikan dengan jarak. Hal tersebut akan mempermudah turis asing untuk memperkirakan berapa biaya yang harus dikeluarkan.
“Biaya naik bus paling mahal itu ada batas maksimumnya 5 dolar Singapura. Itu sudah jauh banget, itu bisa berpuluh bus stop dilewatin,” katanya.
Selanjutnya, kamu juga bisa menggunakan aplikasi atau situs gothere.sg untuk mengetahui info transportasi umum selama di Singapura.
“Web-nya gothere.sg, jadi UI-nya itu simpel banget. Kamu cuma tinggal nentuin dari dari mana dan mau ke mana. Nanti, web ini akan ngasih pilihan, transportasi publik yang bisa kamu naiki dan estimasi biaya yang harus dikeluarkan,” tutur Seruni.
“gothere.sg ini kalau kamu pakai bukan menampilkan hasil yang paling murah, tapi yang paling cepat. Misalnya, kalau MRT paling cepat dia akan ngasih tahu, meskipun harus transit dua kali,” tambahnya.
Kalau biayanya menurutmu terbilang mahal, kamu bisa memilih rute untuk transportasi lain. Misalnya bus, situs tersebut akan memberi tahu harus jalan berapa meter untuk sampai bus stop yang dituju, hingga nomor yang harus kamu naiki di bus stop tersebut.
Paling penting di situs ini, kamu bisa mengetahui berapa lama harus menunggu bus yang akan dinaiki.
“Yang penting, tuh, harus benar-benar lihat aplikasi dan web based. Karena kalau pertama kali, kamu harus ngasih perhatian lebih. Kalau bisa jangan tidur, karena mendingan menghitung berapa bus stop lagi untuk sampai ke tujuanmu,” kata Seruni.
Seperti di Indonesia, di Singapura pembayaran untuk menggunakan transportasi publik sudah tidak lagi pakai cash atau harus menggunakan kartu.
“Turis asing jangan lupa buat beli EZ Link, diisi dengan baik, benar, dan yang penting cukup untuk bepergian. Bentuknya itu kartu dan bisa dibeli di Sevel, stasiun MRT, hingga cheers.” ujar Seruni.
“Tapi, kalau ada yang enggak beli EZ Link, tapi punya kredit card atau debit yang visa wave atau mastercard wave, itu bisa dipake buat pembayaran, kok,” lanjutnya.
Di luar menariknya penggunaan bus di Singapura, tentu turis asing akan memilih transportasi publik yang mudah mereka gunakan saat berada di negara tersebut.
Seruni Puspita mengatakan jika turis ingin berkunjung ke tempat yang mainstream, mereka sebaiknya menggunakan MRT, karena akan lebih mudah.
“Tapi, sulitnya naik MRT itu takut salah turunnya. Karena MRT punya banyak pintu keluar, jadi kalau salah keluar kamu bakalan jalan jauh banget,” pungkas Seruni.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles