28.6 C
Jakarta
Selasa, Februari 7, 2023

Terbukti sebagai Penipu Ulung, Influencer Nigeria Dipenjara 11 Tahun di AS

Seorang influencer asal Nigeria dipenjara selama 11 tahun karena terlibat dengan sindikat penipuan internasional.
Selain penjara, influencer dengan pengikut instagram sebanyak 2,8 juta ini juga diperintahkan membayar ganti rugi setara Rp 27 miliar kepada dua korbannya.
BBC melaporkan Ramon Abbas atau yang dikenal juga dengan Hushpuppi terkenal sebagai sosok yang kerap memamerkan gaya hidup bergelimang kekayaan di akun instagramnya. Semua berubah saat Abbas ditangkap di Dubai pada 2020.
Abbas telah lama bertengger di dalam daftar penipu paling ulung di dunia oleh FBI. Menurut Asisten Direktur FBI di Los Angeles Don Alway, Abbas memanfaatkan media sosialnya untuk melakukan penipuan. Tidak hanya itu, Alway juga memberikan kekayaan hasil penipuannya kepada Korea Utara.
“Abbas memanfaatkan platform media sosialnya untuk mendapatkan ketenaran dan untuk membual tentang kekayaan besar yang dia peroleh dengan melakukan penipuan bisnis, perampokan bank online, dan penipuan berbasis dunia maya lainnya yang secara finansial menghancurkan sejumlah korban dan memberikan bantuan kepada Korea Utara,” kata Alway dalam persidangan yang dilakukan pada Senin (7/11).
Selama persidangan, Abbas mengaku bersalah atas pencucian uang beberapa tahun lalu. Ia juga mengakui berupaya mencuri lebih dari Rp 17 miliar dari seseorang yang memberikan bantuan pendirian sekolah anak-anak di Qatar.
Selain itu, ia juga mengakui beberapa penipuan bisnis berbasis internet yang mencapai kerugian kumulatif mencapai Rp 375 miliar.
Abbas juga dinyatakan bersalah atas kekacauan di pulau Malta di Eropa Selatan karena sistem pembayaran ditutup. Sistem itu ditutup setelah Abbas mencoba mencuci Rp 214 miliar yang dicuri oleh kelompok peretas asal Korea Utara dari Maltese Bank of Valletta pada 2019.
Penipuan yang dilakukan Abbas memiliki sejarah yang panjang. Sebelum menjadi penipu kelas kakap, ia merupakan pria yang lahir di sebuah daerah pesisir yang miskin Oworonshoki di Lagos, Nigeria. Ibunya merupakan pedagang di Pasar Olojojo, sedangkan ayahnya sopir taksi.
Ia memulai semuanya sejak menjadi “Yahoo Boy”, sebutan untuk pria Nigeria yang melakukan penipuan dengan mencuri identitas orang lain dan memeras kekasih mereka. Setelah itu, ia memulai aksinya mencuci uang Maltese Bank of Valletta pada 2019.
Masih pada tahun yang sama, Abbas diberi tugas untuk membuat rekening bank di Meksiko. Rekening ini akan digunakan untuk menerima Rp 1,9 tiriliun dari Klub Sepakbola Liga Premier dan Rp 3,9 triliun dari firma di Inggris. Penipuan itu menggunakan sistem Business Email Compromise (BEC).
BEC digunakan untuk menghalangi pembayaran dengan email palsu yang dibuat sedemikian rupa menyerupai email penyedia aslinya. Namun sayangnya kasus ini tidak masuk dalam pengadilan.
Yang mengejutkan, sebuah surat kabar di Nigeria menuliskan permohonan kepada hakim di Los Angeles untuk meringankan hukuman Abbas. Alasan peringanan hukuman lantaran Abbas membantu para janda dan anak yatim di sana. Abbas sendiri tetap menjadi panutan bagi anak muda di Nigeria.
“Saya banyak melihat orang tua di sini membawa anak mereka supaya belajar cara menjadi Yahoo Boys.” kata ahli kejahatan siber di Universitas Negeri Lagos, Adedeji Oyenuga, yang dikutip oleh AFP.
Abbas sendiri telah meminta maaf atas kejahatannya kepada Hakim Otis D Wright dan berjanji akan membayar kembali para korbannya. Namun ia tetap dijatuhi hukuman penjara selama 11 tahun.
Penulis: Thalitha Yuristiana.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles