31.5 C
Jakarta
Sabtu, Februari 4, 2023

Teman-teman, Aku Punya Kekuatan Bisa Terbang

Kalimat yang saya tuliskan di judul tulisan ini adalah kata-kata yang diucapkan anak kecil yang sedang bermain-main di dekat rumah saya siang tadi, Senin (28/11). Bocah laki-laki berusia sekitar 4,5 tahun itu mengulangi kalimat itu berulang kali.
Yang menarik adalah ketika dia berkata, “Teman-teman, aku punya kekuatan bisa terbang”, tidak ada anak-anak lain di sekitarnya. Biasanya ada anak kecil lain di sekitar situ, tetapi entah kenapa siang itu dia cuma sendiri.
Namun, entah kenapa saya agak senang melihat dia bisa bersenang-senang sendirian tadi. Sebab menurut saya, dunianya anak kecil semestinya memang dunia khayalan.
Bahkan ketika tidak ada teman pun seyogianya seorang bocah bisa menemukan keceriaannya sendiri. Ya, berteman itu harus, tetapi ketika cuma sendiri, tak sepatutnya bersedih, bukan?
Saya senang melihat anak kecil yang masih suka memainkan imajinasinya di era sekarang. Karena biasanya, kini anak seusia dia sudah sangat lekat dengan smartphone, telah kadung lengket dengan realita yang sebenarnya fana.
Kalau lepas dari smartphone, anak akan rewel seolah kesenangan telah direnggut. Padahal seharusnya, anak kecil bisa bersenang-senang dengan imajinasinya sendiri, sebagaimana bocah di dekat rumah saya itu.
Ya, begitu sederhana memang mestinya kebahagiaan seorang anak. Sementara, kebahagiaan orang dewasa itu kompleks. Harus punya uang banyak, punya rumah, punya ini, punya itu dulu baru bisa bahagia. Dan lucunya, kalaupun sudah punya segalanya, rasanya masih kurang saja.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles