31.4 C
Jakarta
Selasa, Desember 6, 2022

Sri Mulyani Ngerem, Penarikan Utang Baru Turun Jadi Rp 506 T per Oktober 2022

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyampaikan penarikan utang baru atau pembiayaan utang mengalami penurunan 21,7 persen (year on year/yoy), menjadi sebesar Rp 506 triliun per Oktober 2022. Pembiayaan utang tersebut terdiri dari Surat Berharga Negara (SBN) neto senilai Rp 500,3 triliun dan pinjaman neto senilai Rp 5,7 triliun.
“Ini artinya APBN mulai sehat, karena kita bisa melakukan konsolidasi dan penyehatan kembali APBN Kita,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita, Kamis (24/11).
Menkeu mengatakan, pembiayaan utang pada periode yang sama tahun sebelumnya mencapai Rp 646 triliun. Dia berharap bahwa tren ini masih terjaga agar konsolidasi fiskal bisa berjalan.
“Kita lihat penerbitan SBN neto senilai 500,3 triliun, 25,2 persen lebih rendah daripada Oktober 2021 dari Rp 668,7 triliun. Pinjaman luar negeri yang realisasi 5,7 triliun sangat drastis, 125,2 persen lebih rendah dari tahun 2021,” katanya.
Sri Mulyani menuturkan, Tahun 2022 merupakan terakhir dalam perjanjian bersama dengan BI yang diatur di Surat Keputusan Bersama (SKB III). SKB III telah terealisasi Rp 95,4 triliun.
“Target akhir tahun diselesaikan Desember, untuk SKB III masih ada Rp 128,6 triliun pembiayaan berasal dari BI. Untuk SKB I, BI melakukan partisipasi market mechanism, yang terealisasi Rp 46,9 triliun,” imbuhnya.
Sri Mulyani mencermati rata-rata Weighted Average Yield (WAY) tercatat 7,08 persen dan WATM selama 18,36 tahun. “Kita akan tetap menjaga bagian yang mendapat dampak dari situasi dan tren suku bunga global, inflasi. Nilai tukar sangat mempengaruhi sisi pembiayaan ini,” pungkasnya.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles