31.8 C
Jakarta
Rabu, Desember 7, 2022

Soal Ancaman Resesi, JK hingga SBY Buka Suara

Ancaman resesi global turut membayangi perekonomian Indonesia. Presiden Jokowi dan Menteri Keuangan Sri Mulyani terus mengingatkan dalam setiap kesempatan bahwa Indonesia harus mewaspadai krisis ekonomi.
Merespons hal itu, Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla buka suara. Dia menegur Sri Mulyani untuk tidak menakuti-menakuti masyarakat terkait perekonomian di masa mendatang.
Menurut dia, menyebut ada sebagian krisis yang menjadi permasalahan rakyat, dan ada sebagian yang tidak.
“Saya justru selalu bilang ke Sri Mulyani, 'jangan sering beri takut-takut, tahun depan akan kiamat'. Jangan kasih takut ke semua orang, ini negeri luas,” kata Jusuf Kalla dalam Gala Dinner 70th Kalla di Hotel Kempinski Jakarta, Jumat (28/10).
JK meyakinkan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir soal krisis energi dan pangan akan terjadi di Indonesia. Ia menilai pasokan kedua sektor tersebut masih dalam keadaan aman.
“Tidak ada krisis energi dan pangan. Di mana krisis energi dan krisis pangan di Indonesia? Kita punya beras masih cukup, berbeda dengan negara lain,” ujarnya.
JK justru menekankan bahwa pesimisme hanya akan membuat orang kaya memilih untuk tidak bekerja sambil menyimpang dolar dan emas. Kondisi tersebut dapat menahan laju perekonomian.
Sebelumnya, Presiden keenam Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY, dalam akun twitternya mengatakan bahwa ekonomi global akan memasuki masa resesi. Namun, ia meyakinkan masyarakat tidak perlu khawatir, karena situasi tersebut tidak akan berlangsung selamanya.
“Pada saatnya badai pasti berlalu. Habis gelap, terbitlah terang. Syaratnya dunia dan semua negara harus berikhtiar,” tulisnya pada akun @SBYudhoyono.
Ia mengingatkan bahwa dalam kondisi ancaman resesi, opsi berutang merupakan salah satu pilihan pemerintah. Namun, utang dapat membebani fiskal dan membatasi sumber daya untuk stabilisasi ekonomi.
“Semua negara akan diuji seperti dalam resesi global 2008. Bisa bertahan dan melangkah ke depan atau terjatuh dan bangkitnya lama. Sukses itu fungsi dari ikhtiar. Juga hasil dari proses dan kecakapan. Atasi krisis perlu ketepatan dan kecepatan. First thing first. Insya Allah kita bisa,” pungkasnya.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles