26.2 C
Jakarta
Sabtu, November 26, 2022

Sencokolo (4)

Sesampainya Yuli di bawah, suasana mendadak menjadi dingin karena embusan angin kencang. Sesekali ia juga mendengar gemuruh dari depan. Beberapa kali Yuli mendapati batu dan kerikil di sekitarnya bergetar, seolah akan ada air yang bakal datang dari depan.
“Sekarang jalan ke tengah bendungan dan ambil pasak jagor yang tertanam di tiang paling bawah. Harus cepat, Yul. Bapak dan Mbah Sukir hanya mampu mengawal sampai sini. Setelahnya Bapak serahkan kepadamu. Jangan lupa berdoa.”
Bisikan itu menguatkan jiwa Yuli. Yuli juga sadar, ini berarti nyawa kedua temannya benar-benar ada di tangannya, dan dia harus berusaha sendiri. Yuli terus berdoa di setiap langkahnya sambil menahan degupan jantung yang tak beraturan. Keringat mengucur deras walau tempat itu terasa cukup dingin.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles