27.8 C
Jakarta
Senin, Februari 6, 2023

Selangkah Lagi, Tesla Deal Bangun Pabrik Mobil Listrik di Indonesia

Tesla Inc. selangkah lagi bakal membangun pabrik mobil listrik di Indonesia. Hal itu setelah kedua pihak dikabarkan telah menyetujui kesepakatan awal terkait rencana tersebut.
Diberitakan Bloomberg, Elon Musk selaku CEO Tesla ingin berinvestasi dengan memanfaatkan cadangan bahan baku logam baterai yang ada di Indonesia. Menurut sumber yang berhubungan dengan kesepakatan itu menyebutkan kalau pabrik Tesla di Indonesia ditargetkan akan memproduksi 1 juta mobil per tahun. Jumlah itu sejalan dengan ambisi Tesla yang ingin semua pabriknya secara global mencapai kapasitas tersebut.
Kesepakatan awal itu mencakup rencana pemberian fasilitas dari Indonesia ke Tesla mulai dari berbagai fungsi di seluruh produksi hingga rantai pasokan. Namun, kesepakatan tersebut belum ditandatangani dan masih bisa gagal.
Sejauh ini, Elon Musk dan perwakilan Tesla belum menanggapi terkait kabar bakal segera membangun pabrik mobil listrik di Indonesia.
Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan urusan mengejar investasi Tesla dipimpin langsung oleh Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan. Untuk itu, ia tidak bisa membeberkan perkembangannya.
“Menyangkut Tesla ini dipimpin langsung oleh Pak Menko (Luhut). Jadi tolong tanya Pak Menko. Yang tahu perkembangannya itu Pak Menko. Jadi sudah bagi-bagi tugas kita,” kata Bahlil usai Rapat Terbatas di Istana Merdeka, Rabu (11/1).
Kalau kesepakatan terealisasi, pabrik Tesla di Indonesia akan menjadi yang ketiga di luar pasar asalnya di AS, setelah sebelumnya ada di Shanghai dan pabrik di dekat Berlin. Meskipun menawarkan ada potensi 675 juta konsumen di Asia Tenggara, Indonesia dinilai merupakan pasar yang sulit. Sebab, mobil yang terjangkau biasanya dijual dengan harga di bawah USD 20.000.
Di China, Tesla awal bulan ini memotong harga awal untuk kendaraan sport Model Y buatan lokalnya ke level terendah baru 259.900 yuan (USD 38.360) dari 288.900 yuan atau sekitar 40 persen lebih rendah dari Model Y paling dasar yang tersedia di AS. Hal itu terjadi setelah perusahaan mengirimkan lebih sedikit kendaraan dari yang diharapkan pada kuartal terakhir dan gagal mencapai target pertumbuhan penjualan tahunan sebesar 50 persen.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles