25.6 C
Jakarta
Kamis, Desember 1, 2022

Sejarah Reog Ponorogo dan Keunikan Tariannya

Siapa yang tidak tahu reog Ponorogo, salah satu kesenian khas yang telah mendunia? Hiburan rakyat ini Jawa Timur ini berupa seorang penari yang mengenakan hiasan kepala singa dengan bulu-bulu dari burung merak. Yang membuat orang yang menontonnya penasaran, kadang penarinya mengalami kesurupan. Bagaimana sejarah reog Ponorogo dan apa saja keunikannya?
Sejarah Reog Ponorogo menurut buku Mengenal Kesenian Nasional 5 Reog, Kustopo (2020:1), mulanya adalah cerita tentang raja dari Kerajaan Bantarangin, yang sekarang dikenal sebagai Kota Ponorogo. Raja tersebut Bernama Raja Kelana Suwandana. Sang Raja berniat melamar putri Kerajaan Kediri, Dewi Ragil Kuning atau Putri Sanggalangit. Untuk menguji kesungguhan Raja Kelana Suwandana, Raja Kediri Singabarong, menantang raja dengan pasukannya. Pasukan bala tentara kerajaan Kediri terdiri dari burung merak dan singa, sedangkan Raja Ponorogo dikawal warok, pengawal raja yang memiliki kekuatan ilmu hitam.
Pertempuran yang berlangsung beberapa hari ini tidak ada yang menang atau kalah, dan Raja Kediri menerima pinangan untuk putrinya. Dari situlah peperangan antara merak dan singa serta warok, dijadikan pertunjukan tari-tarian yang dinamakan reog.
Setelah mengetahui asal muasal atau sejarah Reog Ponorogo, kita perlu mengetahui tarian Reog Ponorogo ini memiliki keunikan yaitu para penarinya dalam keadaan “kerasukan, kesurupan”, saat menari. Jika dulu pada masa kerajaan Ponorogo, para penari yang merupakan warok memiliki ilmu hitam.
Keunikan lainnya dari Reog Ponorogo ini adalah Singabarong atau Dadak Merak. Singabarong ini dari topeng kepala singa yang dirajut dari bulu-bulu merak, yang membentuk seperti kipas. Menurut adat rakyat Ponorogo, singabarong itu sebelum digunakan diberi kekuatan-kekuatan magis. Tak heran, jika penarinya mengalami kerasukan atau kesurupan. Tapi tetap mengasyikan ya menonton tarian tersebut. Malah bikin penasaran.
Kesenian reog Ponorogo tercatat dalam parasti peninggalan Kerajaan Kanjuruhan pada 760 Masehi dan pada 1045 Masehi. Sebagai salah satu seni dengan kearifan lokal, Reog Ponorogo dari Ponorogo, Jawa Timur ini, harus tetap dilestarikan.(IJS)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles