31.1 C
Jakarta
Kamis, Desember 1, 2022

Rusia Tuduh Ukraina Eksekusi Lebih dari 10 Tentara Tahanan Perang

Rusia pada Jumat (18/11) menuduh Kiev mengeksekusi sejumlah tentara yang menyerah dalam apa yang mereka sebut sebagai “kejahatan perang”. Dikutip dari AFP, ini adalah tuduhan baru yang dilakukan Rusia dalam pertempuran yang berlangsung selama berbulan-bulan di Ukraina.
Klaim Moskow ini muncul setelah PBB pada pekan ini menerbitkan sebuah laporan yang mengatakan tahanan perang kedua belah pihak telah menjadi sasaran penyiksaan dan perlakuan buruk.
“Tidak ada yang bisa melukiskan pembunuhan yang disengaja dan metodis lebih dari 10 tentara Rusia yang ditahan… yang ditembak di kepala sebagai 'pengecualian tragis',” kata Kementerian Pertahanan Rusia.
Pernyataan itu mengacu pada video yang viral di media sosial berbahasa Rusia yang menunjukkan tubuh sejumlah pasukan Rusia yang telah menyerah kepada pasukan Ukraina dan kemudian dibunuh.
Dalam salah satu video, terlihat pasukan menyerah kepada sejumlah personel militer dalam kamuflase dan memakai ban lengan kuning. Pasukan yang menyerahkan diri berbaring di tanah, di halaman belakang rumah yang dipenuhi puing-puing. Video tiba-tiba terputus saat terdengar suara tembakan.
Video lain yang diambil dari atas menunjukkan tubuh sekitar selusin orang yang dikelilingi noda darah. AFP belum bisa mengkonfirmasi video tersebut dan Kementerian Pertahanan Rusia tidak menjelaskan kapan rekaman itu diambil.
Dewan Hak Asasi Manusia Rusia mengatakan, dugaan eksekusi dilakukan di Makiivka, sebuah desa di timur Lugansk, Ukraina, yang telah diambil alih oleh militer Ukraina pada minggu ini.
“Kami menuntut reaksi dan investigasi dari komunitas internasional,” kata Ketua Dewan Hak Asasi Manusia Valeriy Fadeyev lewat media sosial.
Kementerian Pertahanan mengeklaim video tersebut merepresentasikan “bukti baru pembantaian tahanan perang Rusia yang tidak bersenjata oleh personel militer Ukraina”.
Kementerian Pertahanan juga menyebut “pembunuhan brutal” ini bukan “yang pertama dan bukan satu-satunya kejahatan perang” yang dilakukan pasukan Ukraina.
Moskow juga menuduh negara-negara barat yang mendukung militer Ukraina menutup mata terhadap dugaan kekerasan yang dilakukan militer Ukraina. Dalam pernyataan itu, Rusia mengatakan Kiev harus bertanggung jawab atas “setiap tahanan yang disiksa dan dibunuh”.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan atas hal ini dari pejabat Ukraina.
Rusia dan Ukraina saling menuduh satu sama lain melakukan penganiayaan terhadap tahanan perang, yang merupakan kejahatan perang sejak awal serangan Ukraina pada akhir Februari 2022.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles