25 C
Jakarta
Minggu, November 27, 2022

Riset Google: Nilai Ekonomi Digital RI Tembus USD 77 M hingga Akhir 2022

Riset e-Conomy SEA 2022 oleh Google, Temasek, dan Bain Company memperkirakan ekonomi digital Indonesia akan mencapai Gross Merchandise Value (GMV) sebesar USD 77 miliar pada tahun 2022. Angka ini mengalami pertumbuhan 22 persen selama setahun terakhir.
Hingga 2025, ekonomi digital diproyeksikan mencapai USD 130 miliar atau tumbuh dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 19 persen. Lalu, hingga 2030 diperkirakan akan tumbuh lebih dari tiga kali lipat di kisaran USD 220 sampai USD 360 miliar.
Adapun laporan multi-tahunan ini menggabungkan data dari Google Trends, Temasek dan analisis dari Bain & Company. Selain itu juga memadukan informasi dari berbagai sumber di industri dan wawancara dengan para ahli untuk menyoroti ekonomi digital enam negara di Asia Tenggara, yaitu Indonesia, Vietnam, Malaysia, Thailand, Singapura dan Filipina.
Managing Director Google Indonesia, Randy Jusuf, mengungkapkan sektor e-commerce di Indonesia terus mendorong ekonomi digital dan nilainya diperkirakan akan mencapai USD 59 miliar pada tahun 2022. Meskipun aktivitas belanja offline kini mulai kembali bergairah, sektor e-commerce menyumbang 77 persen dari keseluruhan ekonomi digital.
“Indonesia memiliki sektor e-commerce dengan pertumbuhan tercepat kedua (setelah Vietnam) tetapi selain GMV ada banyak dimensi pertumbuhan yang kini juga harus difokuskan,” ujar Randy dalam Media deep-dive discussion: e-Conomy SEA 2022 Report (Indonesia), Selasa (8/11).
Menurutnya, hal itu untuk mendorong pertumbuhan jangka pendek, karena saat ini bisnis lebih berfokus mencapai profitabilitas dengan memangkas biaya dan mengoptimalkan operasi. Hingga tahun 2025, sektor e-commerce Indonesia diproyeksikan tumbuh dengan CAGR 17 persen dan nilai GMV mencapai USD 95 miliar.
“Setelah bertahun-tahun mengalami akselerasi, pertumbuhan penggunaan teknologi digital kini berangsur normal, dengan kalangan mampu dan kaum muda yang melek teknologi di perkotaan menjadi pengguna terbesar layanan digital,” ungkap Randy.
Randy menilai, mayoritas pemain digital mengalihkan prioritasnya dari akuisisi pelanggan baru ke menciptakan engagement atau hubungan yang lebih dalam dengan pelanggan yang sudah ada.
Randy membeberkan e-commerce, transportasi, dan jasa pesan-antar makanan adalah tiga layanan digital teratas di Indonesia dengan tingkat penggunaan yang hampir merata di kalangan pengguna digital perkotaan. Transportasi dan pesan antar makanan diproyeksikan mencapai GMV USD 8 miliar pada tahun 2022 dan terus tumbuh dengan CAGR 22 persen menjadi GMV USD 15 miliar hingga tahun 2025.
“Pertumbuhan permintaan berangsur normal karena makin banyak orang yang kembali pergi ke restoran,” kata Randy.
Randy menjelaskan orang-orang yang bertahap kembali bekerja di kantor membuat kenaikan aktivitas belanja di toko fisik dan bangkitnya pariwisata mendorong sektor transportasi perlahan pulih dari titik terendah ketika karantina wilayah diberlakukan. Kemudian, perjalanan online telah kembali dengan pertumbuhan 60 persen secara tahunan atau year on year (yoy) mencapai USD 3 miliar pada tahun 2022.
“Proses pemulihan mungkin terjadi secara bertahap dan sektor ini diperkirakan tumbuh pada CAGR 45 persen dengan GMV mencapai USD 10 miliar hingga tahun 2025,” jelas Randy.
Randy juga melihat media online diproyeksikan mencapai GMV USD 6 miliar pada tahun 2022 dengan pertumbuhan yoy agak datar sebesar 5 persen sejak puncak pandemi tahun lalu. Streaming musik dan video berangsur pulih, iklan digital berhasil mempertahankan momentum, dan konsumsi di sektor game online mengalami penurunan seiring orang-orang kembali ke rutinitas sebelum pandemi.
Selain itu, layanan keuangan digital tumbuh karena adanya pergeseran perilaku offline ke online pasca-pandemi. “Pada tahun 2022, Gross Total Value (GTV) pembayaran digital di Indonesia diperkirakan mencapai USD 266 miliar dan terus tumbuh sebesar 17 persen mencapai GTV USD 421 miliar hingga tahun 2025,” pungkas Randy.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles