23 C
Jakarta
Jumat, Februari 3, 2023

Populer: MenPAN-RB Diserbu PNS Minta Tukin Naik; Janji Jokowi di Bendungan Ciawi

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Abdullah Azwar Anas, mengaku banyak mendapat permintaan agar tunjangan kinerja (tukin) dinaikkan. Itu menjadi berita yang paling banyak dibaca sepanjang Jumat (23/12).
Selain itu, ada kabar soal janji Presiden Jokowi ketika hendak maju sebagai presiden waktu itu, akan mengatasi banjir DKI Jakarta dengan membangun bendungan Ciawi. Berikut rangkuman berita populer di kumparanBisnis.
MenPAN-RB Banyak Terima Telepon Minta Tukin Naik
MenPan-RB Abdullah Azwar Anas, mengaku banyak mendapat telepon agar indeks reformasi birokrasi di kementerian naik. Dengan begitu, tunjangan kinerja alias tukin yang didapatkan PNS di instansi tersebut juga naik.
“Justru sekarang ini banyak orang telepon ke kami, supaya nilai indeks reformasi birokrasinya naik. Kenapa, supaya tukinnya (tunjangan kinerja) naik, padahal reformasi birokrasi ini kan harus berdampak,” kata Azwar Anas saat ditemui di The Westin Jakarta, Jumat (23/12).
Hal tersebut disampaikan Azwar Anas ketika disinggung soal tunjangan kinerja PNS di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan, yang merupakan paling besar di antara kementerian lainnya.
Azwar Anas khawatir dengan pihak-pihak yang menghubunginya itu, PNS bekerja hanya untuk mengejar tukin saja.
“Maka sekarang kami bikin tema bergerak untuk reformasi birokrasi berdampak. Saya khawatir nanti orang ngejar tukin bukan ngejar dampak dari reformasi birokrasi,” ujarnya.
Janji Jokowi di Bendungan Ciawi
Bendungan Ciawi diresmikan Presiden Jokowi Jumat pagi (23/12). Bendungan ini digadang-gadang oleh Jokowi sebagai salah satu cara mengatasi polemik berulang di DKI Jakarta, banjir.
Kala meresmikan Bendungan Kering Ciawi dan Sukamahi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jokowi berharap bendungan benar-benar mampu mengurangi banjir ibu kota.
“Dua bendungan ini kita harapkan bisa mengurangi banjir yang ada di Jakarta kurang lebih 30,6 persen,” kata Jokowi.
Saat masih Gubernur DKI Jakarta dan hendak melangkah jadi orang nomor satu di Indonesia, Jokowi mengungkapkan kalau banjir akan lebih mudah diatasi bila dirinya presiden.
Alasannya saat itu, Pemprov DKI tidak akan bisa menanggulangi banjir sendiri bila tidak dibantu daerah lainnya. Banjir di ibu kota merupakan kiriman dari daerah-daerah penyangganya.
“Seharusnya lebih mudah. Banjir tidak hanya masalah Jakarta karena 90 persen air yang menggenangi Jakarta justru berasal dari atas (Bogor),” ujar Jokowi pada Maret 2014.
Pernyataan itu sudah 8 tahun berlalu. Orang nomor satu di DKI juga silih berganti. Namun banjir masih jadi masalah rutin menghampiri Jakarta saat musim hujan tiba.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles