28.6 C
Jakarta
Jumat, Februari 3, 2023

Populer: Fakta Kasus Meikarta; Profil Perusahaan Batu Bara yang Meledak

Berita tentang fakta-fakta proyek Meikarta mangkrak dan dituntut pembeli menjadi yang paling banyak dibaca sepanjang Sabtu (10/12).
Selain itu, profil perusahaan batu bara milik PT Nusa Alam Lestari (NAL) yang Meledak di Sawahlunto juga jadi berita lain yang ramai dibaca. Berikut rangkumannya:
Proyek apartemen Meikarta yang mangkrak dituntut ratusan pembeli di depan Gedung DPR Senin (5/12). Ratusan konsumen menuntut agar dana dari proyek apartemen Meikarta dikembalikan.
Eks Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar sebelumnya menolak proyek Meikarta karena belum memenuhi syarat izin tata ruang yang berlaku. Ia meminta pembangunan Meikarta dihentikan.
Iklan Meikarta sempat menghilang dan sempat mengganti logo serta jajaran manajemen. Chief Marketing Officer Meikarta Lilies Surjono mengatakan, menghilangnya iklan Meikarta merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk memfokuskan seluruh dana ke pembangunan infrastruktur.
Tambang batu bara bawah tanah milik PT Nusa Alam Lestari (NAL) di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, meledak pada Jumat (9/12). Kejadian ini menewaskan 10 pekerja.
Mengutip dari Minerba One Data Indonesia (MODI) Kementerian ESDM, Tambang yang dikelola PT NAL itu merupakan pertambangan yang legal dan sah. Yakni berdasarkan Izin Usaha Pertambangan Batubara Nomor SK IUP OP No.570/1338-Periz/DPM-PTSP/VII/2020, tanggal 6 Juli 2020, di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat.
Pemilik atau pemegang saham di perusahaan ini dimiliki oleh tiga orang, yaitu Bakhrial sebanyak 90 persen, Armedi Agus 7 persen dan Puguh Wijanarko 3 persen. Adapun kepemilikan saham ini bersifat perorangan (BO). Sebagai pemilik saham terbanyak, Bakhrial sudah menduduki kursi Komisaris sejak 24 Juni 1999. Lalu, posisi Direktur dijabat oleh Armedi Agus dari 27 Juni 2001.
Namun, setelah peristiwa yang merenggut jiwa tersebut, Kementerian ESDM langsung menghentikan operasional pertambangan PT NAL. Hal ini disampaikan langsung oleh Dirjen Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Ridwan Djamaluddin.
“Kami menghentikan sementara seluruh kegiatan operasional di site PT Nusa Alam Lestari. Hal itu berlaku hingga ada hasil investigasi atas kecelakaan tambang yang menyebabkan kematian tersebut,” ujar Ridwan, Jumat (9/12).

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles