30.9 C
Jakarta
Kamis, Februari 9, 2023

Polda DIY Bantah Lepas Pelaku Perkosaan: Polisi Masih Kumpulkan Bukti

Polda DIY buka suara terkait dengan kabar perkosaan yang dialami oleh seorang perempuan berinisial W, di sebuah hotel di Yogya. Sebelumnya, korban mengatakan bahwa pihaknya sempat menangkap korban di Surabaya, Polda DIY justru membiarkan terduga pelaku lepas.
Kabid Humas Polda DIY, Yulianto, membantah kepolisian melepas terduga pelaku perkosaan seperti yang disampaikan pihak korban. Dia mengatakan, proses hukum saat ini masih dalam tahap penyidikan. Polisi sampai saat ini masih mencari saksi dan memeriksa laporan yang diserahkan oleh korban.
Yulianto juga menyampaikan bahwa penangkapan yang dilakukan oleh korban pada 25 Desember 2022 silam tidak memiliki dasar hukum, sebab proses penangkapan membutuhkan prosedur khusus. Sehingga, penangkapan tersebut tidak sah secara hukum.
“Penangkapan itu harus ada Surat Perintah Penangkapan, begitu juga penahanan harus ada Surat Perintah Penahanan,” kata Yulianto saat dikonfirmasi, Selasa (10/1).
Lain halnya jika penangkapan terjadi saat kejadian, misalnya ada kasus pembacokan. Tanpa adanya surat penangkapan, maka pelaku bisa ditangkap di lokasi.
Yulianto mengatakan bahwa polisi baru akan memanggil terduga pelaku jika dalam proses penyidikan sudah menemukan unsur pidana. Karena itu, sampai saat ini Polda DIY belum melakukan pemanggilan terhadap terduga pelaku perkosaan, AMR.
“Tapi kan masih penyidikan, artinya masih mengumpulkan bukti-bukti dan belum bisa memanggil apalagi memeriksa terlapor,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Yulianto menjelaskan bahwa kendala yang dialami kepolisian dalam menangkap pelaku adalah minimnya alat bukti dan saksi. Sebab, kejadian tersebut hanya diketahui oleh pelaku dan korban saja.
“Kalau kami dibilang melepas terlapor, maka tidak benar juga karena tidak ada penangkapannya yang sah juga, masa bisa disebut melepaskan,” tegas Yulianto.
Sementara itu, pendamping korban, Muhammad Romadhlon, membantah bahwa alat bukti yang dimiliki korban masih kurang. Dia mengatakan, bukti yang dimiliki oleh korban sudah cukup lengkap.
“Ini sudah ada bukti lengkap dan valid, ada celana korban yang terdapat sperma pelaku. Bahkan pelaku juga sudah mengaku, tapi kok polisinya yang lambat sekali malah terkesan melindungi pelaku,” kata Muhammad Romadhlon.
Saat ini, kondisi korban W, menurut Romadhlon semakin buruk karena proses hukum kasus tersebut tidak mengalami perkembangan signifikan sejak dilaporkan. Dia juga mengatakan bahwa korban sempat dihubungi oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda DIY yang menyebut bahwa pelaku sudah ditetapkan sebagai DPO oleh Polda DIY.
“Tapi ternyata itu bohong, karena kasus ini masih penyidikan,” tegasnya.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles