25 C
Jakarta
Minggu, November 27, 2022

Perayaan Halloween Identik dengan Memberi Permen, Ternyata Begini Awal Kisahnya

Perayaan Halloween setiap tahunnya identik dengan pesta kostum dan riasan menyeramkan. Selain kostum dan ornamen yang menyeramkan ada juga, nih makanan yang tidak boleh ketinggalan dalam acara ini. Apalagi kalau bukan permen.
Dalam beberapa kebudayaan, Halloween memang selalu dilaksanakan setiap tahunnya sebagai bentuk peringatan hantu orang yang telah meninggal kembali ke bumi. Untuk memeriahkan peringatan ini, biasanya anak-anak diberi permen atau bahkan cokelat saat berkunjung dari rumah ke rumah sambil berkata “Trick or Treat”. Rupanya, kehadiran makanan-makanan manis ini dalam perayaan Halloween memiliki alasan khusus.
Mengutip Kitchn, bagi masyarakat dunia, terutama orang Amerika, kehadiran permen menjadi hal yang penting. Bahkan orang Amerika bisa membeli hingga 200 juta kilogram permen untuk perayaan Halloween setiap tahunnya. Hal tersebut tidak lepas dari sejarah di balik permen dalam perayaan tahunan ini.
Pada tahun 1916, Natal dan Paskah menjadi hari libur utama yang menjadi sarana yang baik untuk menjual permen. Namun, selepas kedua hari tersebut penjualan permen tidak mengalami peningkatan. Para pengusaha pun mencari cara untuk meningkatkan penjualan permen terutama pada musim gugur.
Kemudian mereka mengeluarkan ide “Candy Day” atau Hari Permen untuk dirayakan pada hari Sabtu di minggu kedua bulan Oktober. Para produsen ini membuatnya sebagai hari libur untuk niat baik dan persahabatan. Meskipun maksud di balik hari tersebut adalah untuk meningkatkan penjualan usaha mereka.
Kemudian Hari Permen tersebut berganti nama menjadi Sweet Day dengan gagasan permen dan persahabatan. Perayaan ini berlangsung hingga tahun 1950-an
Pada akhir 1940, perusahaan permen menyadari bahwa mereka dapat memanfaatkan Halloween dalam meningkatkan produksi. Kemudian mereka mulai beralih dengan mengajak pemilik toko untuk mempromosikan permen sebagai hadiah yang dapat dibagikan saat perayaan Halloween.
Selanjutnya, muncul pula tren ‘treat or tricks’. Alih-alih seseorang memilih ‘trick’ mereka bisa menggantinya dengan memberikan permen sebagai ‘treat’ untuk anak-anak tersebut. Sehingga para ibu juga tidak perlu repot-repot menyajikan hidangan manis. Mereka bisa menyajikan permen yang mudah dan dapat dibeli dalam jumlah banyak.
Barulah pada tahun 1970-an, permen menjadi makanan yang kerap diberikan dalam perayaan Halloween. Hingga saat ini, tradisi memberikan permen maupun cokelat memang tidak bisa dilepaskan dalam perayaan unik ini.
Penulis: Monika Febriana

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles