27.2 C
Jakarta
Jumat, Februari 3, 2023

Pengertian dan Contoh Aturan Perkalian dalam Dasar Penghitungan

Matematika diskrit merupakan salah satu mata kuliah yang dipelajari oleh mahasiswa jurusan Matematika ataupun Ilmu Komputer. Dalam Matematika diskrit, terdapat aturan-aturan dasar dalam penghitungan (counting) yang meliputi aturan penjumlahan dan aturan perkalian. Inilah pengertian dan contoh aturan perkalian dalam aturan dasar penghitungan untuk membantu Anda memahami materi.
Matematika diskrit adalah pembahasan yang dipelajari secara khusus dalam Teknik Informatika. Diambil dari buku Matematika Diskrit yang disusun oleh Yan Watequlis Syaifudin, Deasy Sandhya Elya Ikawati, Cahya Rahmad (2018:1), Matematika diskrit adalah cabang ilmu matematika yang mempelajari tentang objek-objek diskrit. Diskrit artinya tidak saling berhubungan.
Baca juga: Mengenal Apa Itu Informatika beserta Fungsi, Manfaat, dan Contohnya.
Salah satu aturan dasar dalam penghitungan adalah aturan perkalian. Dihimpun dari buku Matematika Diskrit (Kombinatorika) Berbantuan Matlab yang disusun oleh Isnaini Rosyida (2021:16), definisi aturan perkalian dijelaskan dalam ilustrasi berikut.
Misalkan suatu pekerjaan dapat dibagi menjadi dua prosedur yang berurutan. Jika terdapat n1 cara untuk melakukan prosedur pertama, dan n2 cara untuk melakukan prosedur kedua setelah prosedur pertama dilakukan, maka terdapat.
n1 x n2 cara untuk melakukan pekerjaan tersebut.
Generalisasi aturan perkalian untuk m buah prosedur dijelaskan pada definisi berikut ini.
Jika suatu pekerjaan dapat dilakukan dalam T1, T2,……, Tm prosedur dan masing-masing prosedur dapat dilakukan dalam n1, n2,…, nm cara secara berurutan, maka terdapat
n1 x n2,… x nm cara untuk melaksanakan pekerjaan tersebut.
Berikut adalah contoh aturan perkalian yang diaplikasikan dalam suatu pemecahan masalah.
Contoh: Berapa banyaknya plat nomor kendaraan berbeda yang dapat dibuat dengan memuat tepat satu huruf, tiga digit bilangan desimal, dan diakhiri dengan dua huruf?
Penyelesaian: Penyusunan plat nomor dapat dikerjakan dalam 3 prosedur yang masing-masing harus dilakukan secara berurutan, yaitu memilih satu huruf di awal, kemudian dilanjutkan memilih tiga digit bilangan desimal, dan memilih dua huruf terakhir.
= Pemilihan huruf pertama x pemilihan digit pertama x pemilihan digit kedua x pemilihan digit terakhir x pemilihan dua huruf terakhir masing-masing.
= 26 x 10 x 10 x 10 x 26 x 26 = 17.576.000 plat nomor kendaraan berbeda yang dapat dibuat.
Demikian pengertian dan contoh aturan perkalian dalam dasar penghitungan matematika. Jika materi ini sudah dapat dipahami dengan baik, Anda dapat melanjutkan ke pembahasan berikutnya, yaitu aturan penjumlahan.(DK)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles