31.1 C
Jakarta
Kamis, Desember 1, 2022

Pemuda Lereng Gunung Slamet Tegal ini Buka Usaha Kuliner dengan Dapoer Online

DENGAN dukungan teknologi dan koneksi internet, serta dunia media sosial yang bisa diakses begitu mudah, mendirikan usaha kuliner tidak harus punya warung di tepi jalan. Cukup dengan dapur di rumah sudah bisa merintis usaha tersebut.
Seperti yang dilakukan seorang pemuda yang akrab dipanggil Sokhirin. Pemuda asal Dusun Mentik Desa Batumirah Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal ini membuka Dapoer Online.
“Saya tidak punya pangkalan di pinggir jalan atau di tempat di mana pun. Yang saya punya, hanya dapur di rumah untuk memasak. Maka dari itu, saya membuka Dapoer Online,” tutur Sokhirin pada PanturaPost, Minggu (13/11/2022).
Singkat cerita ke belakang, dulu waktu tahun 2007 sampai 2010, ia pernah bekerja di sebuah percetakan sebagai desain grafis. Setelah berumah tangga, ia memutuskan resign dari pekerjaan. Setelah itu fokus di bidang pertanian sambil kerja serabutan.
Kebetulan wilayah Bumijawa, yang terletak di bawah kaki Gunung Slamet ini, banyak petani sayuran dan lainnya. Saat masuk tahun 2019, muncul ide membuka usaha kuliner makanan. Kebetulan ia suka dengan memasak.
Awal merintis usaha kuliner makanan pada saat pandemi tentu berat. Apalagi saat itu perekonomian sedang mengalami ketidakpastian. Bahkan pengusaha yang sudah besar pun banyak yang bertumbangan. Namun Sokhirin bertekad diri mendirikan usaha untuk menghasilkan pendapatan.
Sego Dobong yang artinya sego itu nasi dan dobong itu dibakar menjadi menu awal dalam usaha tersebut. Ia menyiapkan menu Sego Dobong ikan cakalang dan Sego Dobong ayam suwir. Proses penjualan makanan ini lewat ofline dengan ditawarkan ke rumah-rumah dan ke pasar. Tapi, yang namanya mengenalkan produk yang belum masyarakat kenal, apalagi rasanya juga belum pernah mencoba, itu menjadi kendala yang ia hadapi.
“Bahkan pernah di salah satu pasar, masih di wilayah Bumijawa tepatnya, dengan jarak lumayan jauh sekitar 7 kilometer dari tempat saya, di situ tidak satupun ada yang beli. Sekali ada yang mau beli nawarnya separuh dari harganya. Mereka beralasan harga segitu mah mending buat beli nasi Padang. Dibanding bandingke,” tuturnya.
Pengalaman itu menjadi motivasi ia untuk berinovasi. Dan menggunakan media online sebagai cara mengenalkan produk. Perlahan produk mulai dikenal. Dari media online, hampir tiap hari nomor baru masuk chat whatsApp. Dan akhirnya lapak atau tempat usaha kuliner makanan ini disebut Dapoer Online Sego Dobong.
“Sebutan tempat atau lapak saya Dapoer Online Sego Dobong. Karena tidak punya lokasi warung atau tidak punya kios. Hanya punya sebuah dapur masak di rumah,” kata dia.
Sokhirin menyebut nama Sego Dobong menjadi salah satu strategi marketing, agar membuat penasaran kepada customer. Setelah penasaran otomatis para pemburu kuliner pasti ingin mencoba. Tidak hanya itu saja, Dapoer Online ini membuat menu lain daripada yang lain. Walaupun nama nasi bakar sudah tidak asing lagi buat telinga masyarakat Indonesia.
“Tapi, menu kami sedikit kami inovasi dan rasanya lain. Di situlah yang akhirnya customer merasa ko unik ya rasanya,dan namanya juga unik Sego Dobong.”
Menu yang ada saat ini antara lain, Sego Dobong Cakalang, Sego Dobong Cakalang Sambal Ijo, Sego Dobong Ayam, Pete, Sego Dobong Ayam Jamur, Pete. Sego Dobong Udang Jamur, Pete dan Sego Dobong Cumi, Pete.
“Harganya antara Rp 12.000 sampai Rp 15. 000 perbukus,” unkapnya.
Meski melalui online, namun pesanan ada batasan wilayahnya. Kalau jaraknya masih lingkup sekitar desa Batumirah dengan melayani 1 porsi bisa diantar tanpa dikenai ongkir. Tapi kalau jaraknya sudah melebihi 2 kilometer, minimal order 3 porsi dan sudah dikenai ongkir. Akan mendapat gratis ongkir, kalau ordernya di atas 10 porsi di jarak 3 kilometer. Kalau jarak di atas 5 kilometer dengan minimal order 10 porsi akan dikenakan ongkir dan seterusnya.
“Bayar atau gratis ongkir tergantung jarak dan jumlah pesanan, bisa menyesuaikan. Untuk sekarang dalam satu hari bisa terjual 50 lebih bahkan sampai 100 bungkus Sego Dobong.”
Dapoer Online kini menjadi wadah bagi UMKM yang memasarkan produknya lewat media online dan tidak harus punya warung atau kios. Jadi Dapoer Online mengubah mindset, kalau jualan tidak harus punya lahan di pinggir jalan, Yang penting berkomitmen, tekun dan yakin bahwa semua bisa asal mau berusaha dan berdoa.
“Kini Dapoer Online pelan-pelan menjadi komunitas bagi para pelaku usaha UMKM atau pedagang pinggiran atau lainnnya,” pungkas dia.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles