28.6 C
Jakarta
Jumat, Februari 3, 2023

Pemkot Semarang Koordinasi dengan BBWS Tutup Tanggul Jebol di Kali Plumbon

Curah hujan tinggi yang mengguyur Kota Semarang sejak Jum’at (30/12) sore hingga Sabtu siang (31/12) menyebabkan banjir di beberapa titik di ibu kota Provinsi Jawa Tengah. Guna melihat kondisi di lapangan dan memastikan penanganan banjir berjalan optimal, Pelaksana tugas atau Plt. Wali kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu bersama jajaran Forkopimda Kota Semarang dan OPD meninjau lokasi banjir di beberapa wilayah di Kota Semarang.
“Hari ini kita melakukan pantauan wilayah-wilayah banjir, yang pertama yaitu di wilayah Wonosari Ngaliyan yang Alhamdulillah sudah mulai surut. Wilayah banjir di kelurahan Kecamatan Ngaliyan dan Kecamatan Tugu ini titik-titik kritisnya ini ada di sungai Plumbo,” ujar Mbak Ita, sapaan akrab Plt. Wali kota Semarang dalam rilis yang diterima kumparan, Minggu (1/1).
Diketahui bahwa area pemukiman yang dilalui Kali Plumbon terkena banjir hingga masuk ke rumah-rumah warga akibat tanggul jebol karena tidak kuat menahan debit air yang terlalu deras. Karena hal tersebut warga bersiaga untuk mengungsi jika ketinggian air semakin naik.
“Tadi kita sudah berkoordinasi dengan kepala BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana) karena wilayah kali Plumbon ini masih di bawah (wewenang) BBWS. Kami tadi berkoordinasi untuk segera dilakukan penutupan tanggul-tanggul yang jebol karena di wilayah Mangunharjo ini ada empat titik tanggul yang jebol sehingga airnya keluar dari Kali Plumbon. Juga ada pembersihan-pembersihan sampah yang menyangkut juga di jembatan,” terang Ita.
“Diharapkan dengan semua dibersihkan ini segera bisa mengalir ke muara dan tadi dari kepala BBWS akan memasang sementara bronjong-bronjong yang ada di empat titik itu. Kita pastikan semoga bisa segera terpasang sehingga air tidak akan (semakin tinggi) masuk ke wilayah rumah-rumah,” tambah Ita.
Selain meninjau lokasi banjir di Mangunharjo, Ita beserta jajarannya juga menyambangi wilayah Wonosari, Tlogosari Kulon, Tanah Mas, Jalan Petek, hingga Gayamsari. Setidaknya ada 30 titik banjir yang dikonfirmasi oleh BPBD Kota Semarang dengan ketinggian beragam mulai dari 20 cm hingga 70 cm.
Meski demikian, Sabtu (31/12) siang saat hujan mereda, beberapa wilayah yang sebelumnya dilaporkan banjir telah surut. Wilayah Tugu Muda, Simpang Lima, Jalan Gajahmada, Jalan Pemuda, hingga Jalan Pahlawan sudah dapat dilalui oleh pengguna jalan dengan lancar. Pemerintah Kota Semarang juga langsung bergerak membuat dapur-dapur umum dan memberikan bantuan bagi korban banjir di wilayah terdampak.
“Hati-hati bagi sedulur warga Kota Semarang menghadapi cuaca yang sangat ekstrem ini. Tetap waspada. Semoga kita semua diberikan kesehatan dan keselamatan oleh Allah SWT, aamiin,” pungkas Ita.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles