28.6 C
Jakarta
Jumat, Februari 3, 2023

Pariwisata Bali Bangkit: Melihat Kapal Pesiar Viking Origin di Ujung Benoa

Matahari belum terbit sempurna pagi itu, petugas Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM sudah bersiap menyambut kapal mewah, kapal pesiar Viking Orion.
Begit tiba, kapal pelancong itu disambut. Penanda kebangkitan kembali pariwisata Bali usai dikoyak-koyak pandemi COVID-19. Viking menjadi kapal pesiar ketiga yang bersandar di Benoa.
Kapal berdiameter 196,60 meter itu bersandar di Benoa sekitar pukul 08.25 WITA pada Kamis (3/11). Kapal mewah itu membawa 350 penumpang.
Setibanya di Benoa, kapal berlantai 8 itu disambut langsung dengan tarian adat Bali. Dalam penyambutan itu juga hadir sejumlah pihak Pelindo, pengelola Benoa, dan Imigrasi Denpasar.
Dalam waktu bersamaan, mereka juga menyambut satu kapal pesiar mewah lain, yakni Queen Elizabeth. Kapal yang besarnya dua kali lipat dari Viking. Hanya saja, Queen Elizabeth tidak bersandar ke pelabuhan Benoa.
Queen Elizabeth hanya melempar jangkar sekitar 1 kilometer dari tempat sandar Benoa. Pelancong Queen yang hendak mampir di Bali dijemput dengan kapal kecil khusus.
Queen Elizabeth mencapai 245,133 meter, 12 lantai, dengan 90.091 GT. Ini yang menyulitkan ia bersandar secara bersamaan dengan Viking.
Sebelum ke Benoa, Queen Elizabeth ini lebih dahulu bersandar di Priok, Jakarta Utara. Rute kapal yang membawa 1730 pelancong dan 968 kru ini berangkat dari Pelabuhan Singapura menuju Tanjung Priok dan mampir di Benoa.
Sementara Viking Orion berangkat dari Pelabuhan Darwin Australia menuju Benoa.
Salah dua dari rombongan wartawan diberi kesempatan mengintip situasi dalam kapal Viking. Mereka sempat berfoto di area kolam renang di lantai pucuk kapal Viking. Memasuki restoran hingga berkeliling di teras-teras kapal.
“Saya menjadi orang kaya beberapa menit. Mewah semua. Tapi kayaknya akan bosan kalau lama-lama,” kelakar salah satu rombongan wartawan yang diberi kesempatan naik ke Viking Orion sambil menunjukkan foto di pinggir kolam renang kapal.
Penumpang yang turun dari Viking rata-rata terlihat sudah lansia. Beberapa turun dengan tongkat di tangan sambil menggandeng pasangan. Di pintu keluar pelabuhan, mereka memindai barcode PeduliLindungi.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Denpasar, Tedy Riyandi, menyebut para turis dari kapal pesiar itu mayoritas dari Australia.
Untuk kenyamanan pelancong dan meminimalisir antrean di checkpoint visa-paspor, tambah Tedy, pihaknya memberlakukan Immigration on Shipping, pemeriksaan keimigrasian yang dilakukan di atas kapal pesiar.
Ini merupakan program Direktorat Jenderal Imigrasi agar orang asing tidak perlu lagi mengantre dalam menjalani proses pemeriksaan keimigrasian di pelabuhan.
“Pemeriksaan keimigrasian dan pemberian visa on arrival dilakukan di atas alat angkut sehingga mempercepat prosedur kedatangan orang asing. Selanjutnya mereka bisa langsung mendarat dan berwisata menikmati keindahan Pulau Bali,” kata Tedy kepada wartawan di Pelabuhan Benoa, Kamis (3/11).
Lebih lanjut, Tedy menyebut bahwa sepanjang tahun 2022 ini ada sekitar 18 kapal pesiar yang dijadwalkan berlabuh atau bersandar di Pelabuhan Benoa, Bali.
Hingga awal November, 4 kapal pesiar telah menurunkan wisatawan asing di Pulau Dewata.
“Pada hari ini kita sama-sama melihat kedatangan 2 kapal pesiar yaitu Australia dan Norwegia yang membawa total 2.083 turis asing yang akan berwisata di Pulau Bali. Ini merupakan pertanda baik bagi dunia pariwisata setelah sempat vakum selama masa pandemi COVID-19,” ungkap Tedy.
Kata Tedy, saat ini Direktorat Jenderal Imigrasi telah membuka visa on arrival (VOA) terhadap orang asing dari 86 negara. Orang asing pengguna VOA wajib membayar Rp 500.000 dan akan diizinkan tinggal di Indonesia selama 30 hari serta bisa diperpanjang 30 hari di kantor imigrasi.
Pada kesempatan penyambutan dua kapal pesiar itu, anggota DPR Dapil Bali, Gde Sumarjaya Linggih, juga ikut hadir. Ia mengaku menyambut gembira pariwisata yang kembali hidup di Bali usai pandemi. Terlebih ada KTT G20.
“[G20] sangat membawa berkah, ya, karena saya lihat pembangunan banyak sekali ada di Bali termasuk kita lihat adanya objek-objek wisata, taman dan sebagainya di perbaiki semua akibat adanya kita menyambut kepada negara G20,” kata Gde.
“Mudah-mudahan ke depannya dapat terpelihara dengan baik, tentunya kami berharap pariwisata berjalan dengan baik dari pada pertumbuhan masyarakat di Bali,” pungkas anggota fraksi Partai Golkar itu.
Adapun dua kapal pesiar di ujung Benoa tersebut hanya akan mampir sekitar 8 jam. Setelah menikmati Bali, mereka akan kembali melanjutkan perjalanan sekitar pukul 17.00 WITA.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles