Para Pelayan Paris Berlomba Saat Kontes Bertingkat Kembali Sebelum Olimpiade

Para kontestan melakukan pemanasan dengan peregangan dan squat di depan Balai Kota, dengan hati-hati mengatur ulang posisi croissant dan gelas di nampan mereka dan mengencangkan celemek mereka seiring musik pop menggelegar dari pengeras suara.

Lalu, mereka berangkat.

Pada hari Minggu, untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade, Paris menghidupkan kembali tradisi: perlombaan tahunan pelayan kafe dan restoran. Sekitar 200 pria dan wanita berbelok, berdesak-desakan, dan berlari sejauh 1,2 mil melalui jalan-jalan kota, yang dipenuhi kerumunan orang yang bersorak-sorai. Aturannya sederhana: Dilarang berlari, dan mencapai garis finis dengan nampan penuh berisi croissant, segelas air keran, dan secangkir kopi kecil.

Perlombaan yang pertama kali diadakan pada awal abad ke-20 ini sempat terhenti sejak 2012 karena minimnya dana. Namun para pejabat Paris melihat peluang bagi kota tersebut untuk bersinar sebelum menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas, yang dimulai pada bulan Juli. Ini juga merupakan momen yang menggambarkan bahwa menyeruput kopi di kafe atau anggur di bistro merupakan bagian integral dari warisan budaya ibu kota seperti halnya landmark paling terkenal di ibu kota.

“Ketika orang asing datang ke Paris, mereka tidak hanya datang untuk mengunjungi Louvre dan Menara Eiffel,” kata Nicolas Bonnet-Oulaldj, wakil walikota yang membidangi perdagangan. “Mereka juga datang untuk makan di kafe kami, di Bouillon Chartier, Brasserie Lipp, atau Procope.”