27.8 C
Jakarta
Senin, Februari 6, 2023

Para Pelari Kampanye Zero Thalassemia di Sabang, Aceh

Sebanyak 30 orang lebih pelari dengan berbagai profesi dan latar belakang dari berbagai daerah di Indonesia akan berlari di kota wisata, Sabang, Aceh pada 14 Januari 2023 mendatang. Mereka mengkampanyekan zero thalassemia di Aceh.
Para pelari akan menempuh jarak kurang sekitar 47 kilometer dan finish di tugu Nol Kilometer Indonesia. β€œIni merupakan kegiatan amal untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya thalassemia dan untuk mengurangi angka kelahiran thalassemia khususnya di Aceh,” ujar Nurjannah, Founder Yayasan Darah untuk Aceh (YDUA) di Banda Aceh, Selasa (10/1/2022).
Kegiatan bertajuk β€˜Run For Zero Thalassemia’ ini juga dilaksanakan untuk membantu para penyintas thalassemia di Aceh yang setiap bulan harus melakukan transfusi darah secara rutin di RSUD Dr. Zainoel Abidin, Banda Aceh.
“Kami mengajak para pelari baik dari beberapa daerah mendukung kampanye kami dengan berlari dan menggalang dana untuk para penyintas thalasemia di Aceh,” jelas Nurjannah.
Saat ini, total dana yang sudah terkumpul mencapai Rp 196.838.172. Bagi yang ingin menyumbang bisa mengakses link: https://ayobantu.com/campaign/zerothalassemia
Nicky Hogan, salah satu pelari yang ikut berpartisipasi menyatakan mengikuti kegiatan ini untuk membantu meringankan beban para penyintas thalasemia di Aceh. “Akibat thalasemia, kebahagiaan dirampas, kehidupan direnggut, bahkan pada usia dini. Namun masih ada yang dapat kita lakukan, selalu akan ada harapan, untuk mengembalikan kebahagiaan itu, untuk mempertahankan kehidupan itu. Dan kami akan berlari untuk itu,” ujarnya.
Thalassemia merupakan penyakit keturunan (genetik) yang langka dan belum ada obatnya. Salah satu upaya penyembuhannya adalah dengan transplantasi sumsum tulang belakang. Namun upaya untuk ini sangat mahal biayanya dan memakan waktu yang lama.
Transfusi darah secara rutin biasanya dilakukan sebulan sekali atau kurang, sedangkan efek sampingnya adalah terjadi penumpukan zat besi di dalam darah pasien. Untuk mengurangi zat besi dalam tubuh, pasien juga harus rutin minum obat setiap hari. Biaya transfusi darah dan obat-obatan yang harus dikonsumsi itu tergolong besar, dan harus dilakukan seumur hidup. []

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles