31.6 C
Jakarta
Rabu, Februari 1, 2023

Panglima TNI Kukuhkan KRI Teluk Wondama-527 sebagai Kapal Perang

Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono memimpin prosesi pengukuhan dan upacara adat KRI Teluk Wondama-527 sebagai kapal perang jenis Landing Ship Tank (LST), yang berlangsung di Dermaga Koarmada 3, Katapop, Kabupaten Sorong, Rabu (11/1/2023).
Prosesi pengukuhan KRI Teluk Wondama-527, bertujuan untuk memohon keselamatan dan sekaligus meminta perlindungan dari Tuhan Yang Maha Kuasa, sehingga KRI Teluk Wondama-527 diberikan kelancaran dan kesuksesan dalam mengemban tugas menjaga kedaulatan dan hukum NKRI pada umumnya dan perairan Papua pada khususnya.
Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan, daya gempur dalam sebuah pertempuran di samping bertumpu pada persenjataan yang dimiliki juga harus diseimbangkan dengan kesigapan dan ketangguhan prajurit yang terlatih, bermoral dan berjiwa patriot.
Dikatakannya, pemerintah terus berkomitmen untuk membangun daya gempur tersebut, melalui pengadaan alutsista secara bertahap dan berkelanjutan.
“Salah alat sistem modern untuk meningkatkan daya tempur TNI Angkatan Laut telah hadir, yaitu KRI Teluk Wondama-527. Kehadiran kapal jenis LST ini diharapkan mampu mendukung tugas pokok TNI Angkatan Laut, sekaligus mendukung visi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia,” ungkap Panglima TNI saat mengukuhkan KRI Teluk Wondama-527.
Lanjut Yudo, KRI Teluk Wondama-527 dirancang untuk melaksanakan tugas sesuai fungsi asasi sebagai pengangkut pasukan pendarat lengkap dengan kendaraan amfibi dan peralatan tempurnya, untuk selanjutnya didaratkan di pantai yang dikuasai musuh dalam suatu operasi amfibi.
Kapal KRI Teluk Wondama-527, sambungnya, memiliki dimensi panjang 117 meter dan lebar 16,4 meter serta mampu membawa 10 unit Man Battle Tank kelas Leopard milik TNI Angkatan Darat atau 15 unit Tank BMP-3F. Adapun fungsi tambahan yang bisa dilaksanakan antara lain untuk patroli keamanan laut, dukungan angkutan laut serpas dan serlog, operasi bakti pencarian dan pertolongan serta kapal suplai.
“Kapal perang ini diberi nama KRI Teluk Wondama-527, yang diambil dari nama teluk yang terletak di Provinsi Papua Barat. Teluk Wondama memiliki keanekaragaman flora dan fauna, sehingga menjadikannya sebagai daerah konservasi taman nasional laut teluk cendrawasih,” ujarnya.
Menurutnya, penamaan ini sekaligus merupakan perwujudan kecintaan TNI pada bumi Papua.
“Kami ingin kapal perang ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Papua. Kamipun berharap seluruh masyarakat Papua turut bangga memiliki kapal perang KRI Teluk Wondama-527, karena kemana pun kapal ini berlayar akan selalu membawa nama besar Teluk Wondama. Sehingga saya berharap Teluk Wondama nantinya akan semakin mendunia,” imbuhnya.
Panglima TNI selanjutnya berpesan kepada Komandan dan awak kapal KRI Teluk Wondama-527 agar merawat kapal tersebut dengan sebaik-baiknya.
“Ingat bahwa kapal ini dibeli dengan uang rakyat, sehingga tunjukkan tanggung jawab kalian dalam mengemban amanah rakyat dengan baik. Terus jaga kesiapan operasional, agar kapal perang ini siap untuk digerakkan kapanpun dan dimanapun. Selain itu saya minta agar seluruh awak kapal meningkatkan kemampuannya dengan berlatih secara bertingkat dan berlanjut. Tunjukkan bahwa kalian adalah patriot prajurit TNI profesional, modern dan tangguh,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Dewan Adat Papua Daerah Wondama Adrian Worengga menambahkan, pemberian nama Teluk Wondama bagi sebuah kapal perang nomor 527 menjadi suatu kebanggaan bagi masyarakat adat Wondama yang terdiri dari 13 distrik, 75 kampung dan 1 kelurahan.
“Dengan pemberian nama KRI Teluk Wondama merupakan satu penghargaan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Teluk Wondama dan masyarakat adat Wondama. Dengan pemberian nama KRI Teluk Wondama, dapat mengangkat harkat dan martabat Wondama sebagai pusat peradaban orang Papua,” harapnya.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles