30.9 C
Jakarta
Senin, Agustus 15, 2022

Museum Baru Dibuka di Roma untuk Artefak yang Dicuri dan Berhasil Disita Kembali

Sebuah museum baru belum lama ini dibuka di Roma untuk memajang karya seni curian yang ditemukan oleh pasukan polisi Italia yang bertugas menjaga warisan seni dan budaya negara itu. Banyak artefak kuno dalam pameran itu belum pernah dipamerkan secara publik di Italia.

ROMA, Italia — 

Rescued Art Museum, sebuah museum seni memamerkan banyak harta artistik milik Italia dan dibawa secara ilegal ke luar negeri selama dua dekade terakhir dan dikirim ke Amerika Serikat. Pameran keliling pertama yang akan berlangsung selama empat bulan itu dibuka di Aula Planetarium, di Pemandian Diocletian Museum Nasional Romawi.

Benda-benda yang dipamerkan mencakup sekitar 100 artefak berharga, yang dikembalikan dari Amerika Serikat. Artefak itu dicuri oleh para perampok makam dan secara ilegal dijual ke kolektor pribadi, museum, dan rumah lelang.

Pada bulan Desember 2021, regu seni Carabinieri, polisi nasional Italia, mengumumkan penemuan lebih dari 200 artefak tak ternilai harganya dari antara abad ke-7 hingga ke-3 SM.

Berbagai amphora peninggalan abad VI SM dipajang di Rescued Art Museum, Roma. (Sabina Castelfranco/VOA)

Berbagai amphora peninggalan abad VI SM dipajang di Rescued Art Museum, Roma. (Sabina Castelfranco/VOA)

Carabinieri memuji penemuan itu sebagai hasil dari penyelidikan mendalam, diplomasi, dan kolaborasi dengan pihak berwenang di AS. Butuh lebih dari dua dekade negosiasi dan proses hukum untuk mendapatkan kembali karya seni tersebut.

Selama bertahun-tahun, penyelidikan yang diawasi oleh Kantor Kejaksaan Umum Roma memungkinkan regu seni Carabinieri untuk memeriksa foto-foto koleksi barang antik yang disimpan oleh museum, kolektor pribadi, rumah lelang, dan galeri barang antik di AS.

Upaya itu memungkinkan regu Carabinieri untuk mengidentifikasi ratusan barang yang mereka tahu telah digali secara ilegal di Italia dan diekspor secara ilegal dari negara tersebut. Carabinieri juga mampu menggagalkan perdagangan pasar gelap artefak arkeologi dan seni Italia.

Jenderal Carabinieri Roberto Riccardi mengepalai Unit Carabinieri untuk Perlindungan Warisan Budaya dan berbicara tentang artefak yang mereka putuskan untuk dipamerkan. “Kami berbicara tentang temuan Etruscan atau temuan Apulia atau artefak dari Campania atau dari peradaban Romawi kuno. Kami tidak tahu satu per satu lokasi spesifiknya, tetapi kami tahu daerahnya dan benda-benda itu akan kembali ke tempat asalnya,” jelasnya.

Jenderal Riccardi mengatakan bahwa ketika mereka mempresentasikan temuan itu, dia menyarankan gagasan untuk membuat Museum Seni khusus artefak yang dicuri tapi berhasil diambil kembali kepada Menteri Kebudayaan Italia. Dikatakan bahwa sang menteri merasa senang bisa menemukan ruang khusus untuk memamerkan seni untuk periode waktu terbatas.

Seorang pengunjung mengamati artefak arkeologi yang dipajang di

Seorang pengunjung mengamati artefak arkeologi yang dipajang di “Museum of Rescued Art” di Roma, Rabu, 15 Juni 2022. (AP/Alessandra Tarantino)

Pasukan seni Carabinieri yang menjadi komando umum didirikan pada tahun 1969. “Sejauh ini kami telah menemukan lebih dari 3 juta benda budaya dan kami juga telah menyita lebih dari 1,3 juta karya seni palsu, dan itu adalah bidang lain yang kami tangani,” imbuhnya.

Menteri Kebudayaan Dario Franceschini mengatakan penyelundupan benda-benda artistik dan arkeologis dari wilayah Italia ini merupakan “kehilangan yang signifikan” bagi warisan budaya negara itu.

Dia mengatakan “perlindungan dan promosi harta karun ini adalah tugas institusional dan komitmen moral, tanggung jawab yang harus diambil untuk generasi mendatang.” [lt/em]

    Related Articles

    Stay Connected

    0FansSuka
    5PengikutMengikuti
    0PelangganBerlangganan
    - Advertisement -spot_img

    Latest Articles