30.9 C
Jakarta
Senin, Desember 5, 2022

Momen G20, Ridwan Kamil Temui Perwakilan Universitas Asal Inggris dan Australia

DENPASAR, kanalbali.com – Bertepatan momen KTT G20, dua perguruan tinggi asal luar negeri, yakni Australian National University (ANU) dan University of Leicester melakukan kerja sama (join degree) untuk membuka kampus di Indonesia.
Rencananya, perguruan tinggi itu akan mulai dibuka secara resmi pada September 2024, dan berlokasi di wilayah Jawa Barat.
Gubenur Jawa Barat, Ridwan Kamil pada Senin (14/7/2022) menjelaskan pihaknya telah melangsungkan MoU atas rencana ini.
“Mou sudah, persiapannya di Bandung dan saya sudah terbang ke Inggris, saat momen G20 ini mereka (perwakilan) diminta negaranya untuk datang ke Bali, sehingga nanti ada join statemen dari Australia dan Inggris terkait keberhasilan kerja sama di 3 negara G20 ini,” terangnya saat pertemuan G-20 di Bali.
Ridwan menyebut, latar belakang rencana pembukaan kampus ini, yakni impian Indonesia yang menjadi negara adigdaya pada tahun 2045, sehingga pembentukan sumberdaya manusia (SDM) menjadi hal yang penting.
“Dua universitas ini punya sejarah bekerja sama dalam dunia pendidikan dan riset sehingga waktu melihat Indonesia, mereka sepakat membangun kampus di Indonesia dalam satu lokasi. Ini sangat baik sehingga, anak Indonesia yang ingin dapat pendidikan kualitas global cukup datang ke satu kampus untuk dapat pendidikan bertaraf internasional,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ridwan menerangkan sejatinya membuka kampus asing di Indonesia merupakan hal yang baru lantaran sebelumnya tidak diatur dalam Undang-undang. Dan kini baru dapat dilakukan setelah pengesahan Omnibuslaw atau Undang-undang Cipta Kerja.
Kini prosesnya terang Ridwan, telah sampai pada pengajuan izin kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). “Sebelumnya belum dimungkinkan. Sehingga kami membantu memproses izin di kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kini sedang berproses,” tambahnya.
Mengenai nominel investasi dalam proyek ini diungkapkan belum dihitung secara detail namun diperkirakan bernilai trilyunan rupiah. “Nilai investasi trilyunan. Angkanya belum bisa dipastikan karena ada pentahapan yang belum disepakati, intinya trilyunan,” kata Ridwan.
Sementara itu berbagai program studi akan ditawarkan dalam perguruan tinggi ini, mulai dari Bahasa, Ekonomi Manajemen hingga komunikasi.
Pembangunan secara fisik kata Ridwan telah mulai berjalan, namun baru secara resmi dibuka pada September 2024. “Mereka akan melakukan studi di kampus. sewa dulu, 4-5 tahun, setelah perkembangan luar biasa, baru akan membuka kampus secara permanen. Tugas saya selaku Gubenur Jawa Barat memastikan supaya proses berlangsung dengan lancar,” katanya. (Kanalbali/WIB)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles