25 C
Jakarta
Minggu, Januari 29, 2023

Mogok Massal Pekerja, Prancis Terancam Lumpuh

Layanan kereta berhenti di Prancis pada Kamis (19/1). Sekolah diliburkan hingga kegiatan bisnis terganggu.
Terancam lumpuhnya Prancis disebabkan aksi mogok massal yang dilakukan kelompok pekerja. Protes digelar untuk menolak rencana menambah waktu pensiun sebanyak dua tahun. Dengan penambahan tersebut maka usia pensiun di Prancis menjadi 64.
Sebelum mogok massal digelar jajak pendapat menunjukkan mayoritas warga Prancis menolak usulan tersebut. Mereka tidak mau waktu kerja diperpanjang.
“Tidak ada yang baik dari reformasi ini,” ucap seorang guru di selatan Prancis Rozenn Cros seperti dikutip dari Reuters.
Cros bersama guru-guru di kota Cannes bersiap untuk ikut mogok massal dan demo. Rombongan demonstran tersebut membawa spanduk bertuliskan 'tidak untuk 64'.
Pemimpin serikat pekerja garis keras di Prancis CGT, Philippe Martinez, menyatakan aksi mogok massal yang mereka gelar adalah puncak ketidakpuasan dari kebijakan pemerintah terkait pensiun.
“Hari ini akan ada mobilisasi yang sangat besar,” kata Martinez.
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut, naiknya usia pensiun bertujuan menjaga pengeluaran publik di Prancis tetap terkendali.
Menurut estimasi kementerian Tenaga Kerja, menunda usia pensiun sampai dua tahun akan menghasilkan tambahan sebanyak 17.7 Euro bagi kontribusi dana pensiun tahunan. Dengan itu pemerintah dapat mencapai titik impas pada 2027.
Pemikiran Pemerintah Prancis ditentang Serikat Pekerja. Menurut mereka ada cara lain yang bisa diambil dibanding menambah waktu kerja, seperti menaikkan pajak orang super kaya.
Sementara itu, mogok massal pada Kamis ini menurut penjelasan serikat pekerja adalah titik awal perjuangan.
Laporan berbagai media di Prancis memperlihatkan transportasi umum begitu terganggu di Prancis. Hanya ada satu dari satu dari tiga atau lima jalur kereta cepat yang berfungsi.
Sedangkan kereta di wilayah regional lainnya mulai sulit untuk ditemui.
Mayoritas guru sekolah dasar di Prancis juga memilih ikut aksi mogok dibandingkan bekerja. Daya listrik di Prancis turut pula dikurangi. Hal ini lantaran operator pengoperasian daya listrik memilih ikut aksi mogok massal.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles