31.1 C
Jakarta
Kamis, Desember 1, 2022

Mobil Matik Jangan Sembarangan Ganti Aki, Ini Risikonya

Pemilik bengkel spesialis mobil matik Worner Matic, Hermas Prabowo mengatakan pengguna mobil matik perlu berhati-hati saat memilih aki. Sebab karena salah, bisa berdampak pada komponen transmisinya.
“Mobil sekarang kan serba computerized atau dikendalikan oleh komputer. Biasanya, mobil matik punya komputer namanya transmission control module. Ini perlu diperhatikan sebab bisa mengganggu kinerja komponen transmisi kalau salah memilih aki,” jelasnya saat ditemui kumparan beberapa waktu lalu.
Menurutnya, modul komputer transmisi itu perlu suplai arus yang stabil. Bila tidak terpenuhi, efeknya akan merembet ke komponen aktuator yang dikendalikan oleh modul tersebut.
“Gejalanya, mobil matik bisa kurang tenaga. Ada pula gangguan shifting seperti delay. Itu semua bisa terjadi kalau salah memiliki aki mobil,” imbuhnya.
“Bisa saja, tekanan oli dalam transmisi tidak stabil. Itu bisa mempengaruhi kerja clutch sebagai pembentuk rasio gigi otomatis. Itu, biasanya terjadi pada mobil matik modern seperti sekarang,” sambungnya.
Pemilik bisa memilih aki mobil sesuai standar pabrikan yang bisa dicek pada aki bawaan. Bila belum paham, jangan mencoba untuk menggantinya sendiri.
Hermas menjelaskan, saat penggantian aki, mobil akan dites beban terlebih dahulu. Ini untuk mengetahui apakah aki drop saat diberi beban elektrikal mobil atau tidak.
“Hampir semua mobil Jepang rata-rata akinya di 12,6 volt dalam posisi stand by. Artinya, aki punya tegangan atau simpanan daya sebesar 12,6 volt ketika kontaknya off dan diukur oleh voltmeter. Kalau sudah menyala, alternator kan akan mengisi aki. Itu bisa berbeda-beda tergantung masing-masing produsen. Kalau belum paham aturan main ini, lebih baik menggantinya di bengkel spesialis matik atau dengan orang yang sudah paham masalah aki di mobil matik,” urainya.
Bila suplai arus atau simpanan dayanya kurang, mobil bisa mengalami kegagalan kerja transmisi matik. Otomatis, mobil tidak bisa dioperasikan oleh pemiliknya.
“Kalau aki mobil Jepang itu kan umurnya satu setengah atau dua tahun. Kalau sudah umur segitu enggak perlu menunggu mogok dulu baru diganti. Ngapain kita menyusahkan diri sendiri? Lebih baik dilakukan penggantian lebih awal,” kata Hermas.
Harga aki mobil matik berbeda-beda di setiap model kendaraan. “Biasanya, sekitaran Rp 1 jutaan tapi harus diketahui cocok atau tidaknya dengan mobil yang digunakan,” tutupnya.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles