26 C
Jakarta
Sabtu, Februari 4, 2023

Menteri ESDM Ungkap Kendala saat Mau Gelontorkan Subsidi Kendaraan Listrik

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, mengungkapkan subsidi kendaraan listrik masih dalam tahap evaluasi. Ia berharap subsidi dapat diberikan dalam waktu dekat, sehingga bisa mendorong masyarakat mengunakan kendaraan listrik.
Arifin mengungkapkan kendala yang dihadapi salah satunya perlu sosialisasi kepada masyarakat dengan masif. Selain itu, pemerintah harus bisa mendorong kemampuan industri untuk menyediakan sarana infrastruktur untuk layanan kendaraan listrik.
“Iya, untuk semua pemilik kendaraan (bisa dapat subsidi). Iya, bisa (semua pemilik),” ujar Arifin saat ditemui di Gelora Bung Karno, Minggu (18/12).
Arifin menjelaskan,tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dalam motor listrik baru mencapai 38 persen. Komponen paling kecil kontribusinya adalah baterai sekitar 15 persen. Hal tersebut juga menjadi tantangan yang harus diselesaikan.
“Masalahnya yang ada adalah baru sedikit industri yang melakukannya. Tentu ke depannya, kita perlu tidak hanya di Jakarta, Bandung, Surabaya, tapi seluruh Indonesia. Industri bisa juga berpartisipasi dalam persiapan membuat komponen untuk motor listrik, terutama untuk konversi,” terang Arifin.
Arifin menuturkan saat ini baterai kendaraan listrik sedang dalam proses produksi. Ia optimistis Indonesia bisa menghasilkan hilirisasi baterai dalam beberapa waktu ke depan.
“Kalau semua komponen utama bisa dihasilkan, bikin body baru gampang. Kita bisa bikin seperti Gesits,” terang Arifin.
Lebih lanjut, Arifin enggan merinci biaya pemberian subsidi untuk kendaraan listrik. Sebab, penetapan angka subsidi sedang dimatangkan. Ia mengamati jumlah motor konversi BBM ke listrik masih cukup sedikit.
“Kalau motor baru berarti semua komponen baru, sedangkan kalau konversi sebagian masih pakai body yang lama. Komponen lama dipakai dalam motor listrik sebagian bisa dibuat di dalam negeri kecuali baterai,” tutur Arifin.
Pemerintah mendorong warga untuk membeli kendaraan listrik dengan memberikan subsidi. Rencananya, warga yang membeli mobil listrik akan mendapatkan subsidi sebesar Rp 80 juta.
Sementara untuk motor listrik, pemerintah akan memberikan subsidi Rp 8 juta bagi warga yang mau membelinya. Syaratnya, kendaraan listrik tersebut memiliki pabrik di Indonesia.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang, menjelaskan insentif tersebut masih dalam tahap finalisasi. Namun, hampir pasti subsidi diberikan demi mempercepat penggunaan kendaraan listrik di Tanah Air.
Sementara untuk pembelian mobil listrik hybrid, subsidi yang diberikan ke warga Rp 40 juta. Untuk motor listrik juga mendapatkan keringanan Rp 8 juta khusus motor listrik baru. Sedangkan motor konversi jadi motor listrik, disubsidi Rp 5 juta.
Agus mengatakan subsidi ini akan digelontorkan karena pemerintah belajar dari berbagai negara yang sudah maju menggunakan kendaraan listrik. Mereka memberikan keringanan untuk warga. Contohnya negara di Eropa, China, hingga Thailand.
“Masing-masing negara beri kebijakan berbeda tapi sama-sama ada subsidi dan Indonesia ingin penggunaan kendaraan listrik makin cepat,” ujar Agus.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles