28 C
Jakarta
Minggu, Februari 5, 2023

Mengintip Pabrik Terbesar Heinz ABC, Produksi Kecap sampai Upayakan Bahan Lokal

Siapa yang tak mengenal brand Heinz ABC? Kecap, sambal, sirop, dan minuman dalam kemasan, adalah contoh produk dari pabrik food and beverage (F&B) ini, yang ternyata telah dinikmati masyarakat Indonesia selama lebih dari 47 tahun. Hal ini tentu tak terlepas dari kualitas dan rasa produk tersebut, yang cocok dan melekat di lidah orang Indonesia.
Bahkan, untuk meneruskan keberhasilannya tersebut, PT Heinz ABC Indonesia meresmikan perluasan pabrik di Karawang, pada Senin, (28/11). Pabrik yang kini mempunyai luas 18,9 hektare ini diklaim menjadi yang terbesar se-Asia, di bawah naungan The Kraft Heinz Company.
Steven Debrabandere, selaku Managing Director Kraft Heinz Indonesia-Papua Nugini, mengatakan bahwa peresmian perluasan pabrik ABC Indonesia di Karawang, menjadi sebuah sejarah yang penting. Hal ini dikarenakan, dengan adanya perluasan ini, diharapkan akan membawa berbagai perkembangan yang positif dari pabrik tersebut.
“Hari ini, kami kembali mencetak sejarah penting bagi PT Heinz ABC Indonesia. Pengembangan dan modernisasi pabrik di Karawang ini akan semakin membuka jalan bagi perusahaan untuk terus berkembang serta mempercepat pertumbuhan brand ABC, baik di dalam negeri maupun global,” ujar Steven saat peresmian perluasan pabrik ABC di Karawang, Senin, (28/11).
Khususnya pabrik di Karawang, penggunaan teknologi diklaim semakin modern dan ramah lingkungan. Selain itu, pabrik ini juga menambah kapasitas produksinya dari 155 juta liter per tahun menjadi 425 juta liter per tahun, atau peningkatan hingga 174 persen.
Lantas, bagaimana brand ABC yang telah berdiri sejak lebih dari empat dekade ini dapat mempertahankan kualitasnya hingga sekarang? Bahkan, khususnya pabrik di Karawang ini tercatat mampu memproduksi hingga 254 SKU (stock keeping unit).
Prasetyo Kimono, selaku Head of Operation Kraft Heinz Indonesia & Papua Nugini, mengatakan bahwa salah satu yang menjadi keunggulan brand mereka, dengan contohnya pada produk kecap adalah dari segi rasa yang dinilai lebih alami.
“Proses tepung gandum dan tepung kedelai yang kita siapkan untuk melakukan fermentasi itu selama 4 bulan. Jadi ini yang membedakan kita dengan kompetitor-kompetitor, bahwa kita memastikan fermentasi yang kita lakukan di sini adalah selama empat bulan; sehingga bisa menimbulkan rasa yang lebih alami, lebih enak tanpa menggunakan bahan tambahan,” ujar Prasetyo yang turut hadir dalam acara tersebut.
Lebih lanjut, menurut Steven, dengan adanya investasi dalam hal perluasan pabrik di Karawang, juga bertujuan untuk selalu menjaga standar kualitas produk yang tinggi. Berbagai standar keamanan; seperti pembaruan teknologi produksi menjadi salah satu kunci yang membuat produk makanan ini dapat bertahan hingga 47 tahun lamanya.
“Tidak hanya di Indonesia, tetapi secara global kami memiliki standar keamanan yang sama. Standar tersebut selalu berhubungan dengan teknologi baru. Kami memastikan bahwa hanya ada sedikit interaksi antara manusia dengan produk, sehingga membuat produk tersebut menjadi lebih aman. Kebanyakan karyawan hanya bekerja di akhir alur produksi, bukan ketika proses produksi sedang berlangsung,” jelas Steven.
Hal ini juga didukung oleh pernyataan dari Inaki Balduz, selaku Head of Operations International The Kraft Heinz Company, mengatakan bahwa pabrik ABC di bawah naungan The Kraft Heinz Company memiliki standar kualitas yang terjaga; baik itu dari segi keamanan dan juga kesehatan.
“Mengenai standar kualitas produk. Kami sangat bangga akan kualitas yang dimiliki, karena kami memiliki sistem manajemen keamanan yang baik. Apa pun yang kami lakukan, seperti standar keamanan dan kesehatan, adalah untuk kepuasan pelanggan. Bahkan, kami bangga bahwa pabrik ABC di Karawang adalah salah satu pabrik terbaik kami,” ujar Inaki.
Dalam acara peresmian perluasan pabrik di Karawang, juga mengeklaim bahwa telah menggunakan 80 persen material untuk kemasan, dan 90 persen bahan baku yang digunakan adalah berasal dari produk lokal.
Menurut Prasetya, selain dari material yang menggunakan bahan lokal, ada juga berbagai kerja sama dengan UMKM, salah satunya dalam bentuk sekam padi. Selain itu, dia juga menambahkan keinginan dan harapan dari pabrik ABC, khususnya di Karawang agar bisa mendapatkan bahan baku dari daerah Jawa Barat.
“Karena kami terus terang akan lebih sangat sustainability kalau memang supply-nya bisa dari daerah Jawa Barat. Lebih dekat sehingga kami juga bisa mengontrol kualitas dan lebih mudah berkomunikasi dengan para petani. Dan itu yang memang sekarang sedang lakukan (dibicarakan) dengan pemerintah Kabupaten Karawang,” pungkas Prasetyo.
Reporter: Riad Nur Hikmah

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles