Home » Fun » Mendaki Saat Suhu Dingin? Waspadai Hal Ini

Mendaki Saat Suhu Dingin? Waspadai Hal Ini

SHARE

yangMuda.com – Para wisatawan minat khusus terutama pendaki untuk berhati-hati dan memperhatikan peraturan yang dikeluarkan pengelola lokasi pendakian di Indonesia. Demikian Himbauan Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

Terkait kondisi cuaca ekstrem yang melanda beberapa wilayah Indonesia saat ini.

Hipotermia

Hipotermia dapat menjadi ancaman serius para pendaki. Curah hujan yang tinggi ditambah angin kencang membuat suhu di permukaan yang lebih tinggi tentu lebih dingin, termasuk di atas gunung dan jalur pendakian, sehingga hipotermia menjadi salah satu hal yang bisa dialami pendaki.

Berdasarkan laporan yang diterima Tim TCC (Tourism Crisis Center) Kemenpar, beberapa wisatawan minat khusus mengalami hipotermia di beberapa gunung yang menjadi favorit wisatawan mendaki, seperti di Gunung Semeru dan Gunung Slamet.

Hipotermia merupakan kondisi tubuh di mana suhu tubuh menurun sampai di bawah 37 derajat celcius yang menjadi suhu tubuh normal manusia. Selain hipotermia, jalur pendakian yang licin juga bisa menjadi salah satu tantangan saat melakukan pendakian di cuaca ekstrem.

Ada lagi:  Wow! PUBG Corp Luncurkan Permainan Zombie: Survive Till Dawn

“Tentunya kami mengimbau kepada para wisatawan minat khusus atau pendaki untuk berhati-hati dan lebih memperhatikan peraturan yang dikeluarkan pengelola sejumlah lokasi pendakian di Indonesia,” ujar Guntur Sakti selaku Ketua Tim TCC (Tourism Crisis Center) Kemenpar, seperti yang dikutip dari siaran pers, Jakarta, Kamis (10/01/2019)

Jalur Pendakian

Akibat musim penghujan ini, tercatat lima gunung ditutup untuk aktivitas pendakian. Jalur Pendakian Gunung Merbabu, Jawa Tengah, ditutup mulai Minggu (30/12/2018) hingga waktu yang belum ditentukan.

Jalur pendakian Gunung Gede Pangrango di Jawa Barat yang ditutup selama tiga bulan, mulai tanggal 1 januari 2019 sampai 31 maret 2019.

Jalur pendakian Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat, ditutup mulai Selasa (1/1/2019) hingga batas waktu yang belum ditentukan. Jalur pendakian Gunung Prau, Jawa Tengah, akan ditutup selama tiga bulan, mulai dari 6 Januari hingga 5 April 2019.

Ada lagi:  Jadi Mama Muda, Begini Kesibukan Niar Prianita

Gunung Semeru di Jawa Timur ditutup total mulai 3 Januari 2019 hingga pemberitahuan selanjutnya.

Menurut Guntur, memperhatikan secara penuh arahan pengelola menjadi hal utama yang harus dilakukan wisatawan minat khusus.

Selain itu juga melakukan persiapan yang baik dan matang atas segala kebutuhan yang diperlukan untuk melakukan pendakian, mulai dari logistik, peralatan dan perlengkapan mendaki.

“Juga perhatikan karakter jalur dan trek jalur pendakian yang akan didaki,” lanjut Guntur Sakti.

Guntur memastikan jika hingga saat ini tidak ada wisatawan minat khusus yang mengalami kendala serius.

Kemenpar melalui Tim TCC Kemenpar juga akan terus melakukan monitor lokasi-lokasi pendakian yang jadi favorit wisatawan.

“Tentunya kami juga terus berkoordinasi dengan kementerian/lembaga dan pihak-pihak terkait lainnya untuk sama-sama memantau perkembangan jalur pendakian di Indonesia. Karena seperti yang kita ketahui bersama, Indonesia memiliki daya tarik wisata alam yang sangat tinggi. Keindahan puncak gunung serta landscape yang ada di bawahnya selalu menarik wisatawan baik nusantara ataupun mancanegara untuk berkunjung,” pungkas Guntur Sakti.

Ada lagi:  Serunya Perjalanan Umroh Irwansyah dan Zaskia Sungkar

Menurut Guntur, berwisata saat ini identik dengan kebutuhan untuk diakui dan menyenangi berwisata yang terkadang ekstrem dan berbeda. Meskipun begitu, para wisatawan harus tetap memenuhi aspek-aspek baik keamanan, fisik dan keselamatan.

“Diharapkan wisatawan atau pendaki untuk mematuhi peratuan tersebut,” lanjut Guntur yang juga menjabat Kepala Biro Komunikasi Publik Kemenpar.

Cuaca Ekstrem

Beberapa Balai Taman Nasional pengelola jalur pendakian di Indonesia juga telah mengeluarkan edaran agar waspada cuaca ekstrem atau pun penutupan terkait pemulihan ekosistem dengan tenggat waktu yang berbeda.

SHARE