31.9 C
Jakarta
Minggu, November 27, 2022

Mendag Luncurkan Digitalisasi Pasar Rakyat di Purbalingga

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan meluncurkan Digitalisasi Pasar Purbalingga di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Jumat (3/11). Program Digitalisasi Pasar Purbalingga ini selaras dan saling bersinergi dengan program Digitalisasi Pasar Rakyat yang telah dilakukan Kementerian Perdagangan.
Dengan adanya program ini, Zulhas mengatakan pasar tradisional bisa mengakselerasi digitalisasi ke seluruh pasar rakyat dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia.
Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, Sekretaris Jenderal Kemendag Suhanto, dan Plt Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Syailendra hadir dalam acara tersebut.
“Digitalisasi Pasar Rakyat merupakan arahan Presiden Joko Widodo. Tujuannya agar para pedagang Pasar Rakyat dapat bersaing dengan para pedagang yang menjajakan barangnya secara daring (online). Dengan Digitalisasi Pasar Rakyat diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan daya saing pedagang Pasar Rakyat,” jelas Zulhas.
Zulhas mengapresiasi upaya Pemerintah Kabupaten Purbalingga dengan inisiasinya meluncurkan program Digitalisasi Pasar Purbalingga.
“Saya berharap, para pengelola pasar, pedagang, pelaku UMKM, serta pemangku kepentingan dapat memberikan dukungannya agar program Digitalisasi Pasar Purbalingga dapat berjalan dengan lancar dan dapat diimplementasikan secara optimal,” terangnya.
Dalam sambutannya, Zulhas menyebut laju ekonomi Indonesia pada kuartal II 2022 di tengah ketidakpastian kondisi perekonomian yang tidak sedang baik-baik saja, mengalami pertumbuhan sebesar 5,44 persen dibanding tahun sebelumnya dan sektor perdagangan tumbuh 4,42 persen.
UMKM yang di dalamnya juga termasuk pedagang Pasar Rakyat menjadi kontributor terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi yaitu mencapai 60 persen dari PDB nasional serta menyerap 97 persen dari total tenaga kerja.
Kemendag terus berupaya menjaga pasokan dan distribusi barang kebutuhan pokok dan barang penting guna pengendalian inflasi. “Pasar Rakyat sebagai sarana perdagangan yang berperan dalam rantai distribusi komoditas menjadi fokus utama pemerintah mewujudkan Pasar Rakyat yang lebih berdaya saing baik dari aspek fisik maupun tata kelola SDM pedagang,” imbuhnya.
Kemendag melakukan kerja sama dengan berbagai pihak untuk membantu proses digitalisasi pedagang dan Pasar Rakyat. Salah satu yang sudah dilakukan yaitu kolaborasi dengan Tokopedia untuk mendorong pasar masuk ke dalam aplikasi Tokopedia. Saat ini, program tersebut telah berjalan di 10 pasar di seluruh Indonesia. Kemudian, kolaborasi dengan GrabMart yang telah menggandeng 5.000 pedagang pasar masuk dalam ekosistem GrabMart.
Kementerian Perdagangan juga menyusun sistem pendataan Pasar Rakyat di seluruh Indonesia melalui platform Sistem Informasi Sarana Perdagangan (SISP). Melalui sistem ini dapat memonitor sarana perdagangan dan harga kebutuhan pokok di seluruh Indonesia.
Sehingga nantinya dapat digunakan dalam proses pengambilan kebijakan perdagangan. Informasi harga barang kebutuhan pokok juga tersedia melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kemendag yang saat ini telah berjalan di 537 pasar.
“Kami juga bekerja sama dengan Bank Indonesia untuk menjalankan pembayaran nontunai melalui program SIAP QRIS yang telah berjalan di 217 pasar rakyat dan menjangkau 9,4 juta UMKM,” terangnya.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles