25 C
Jakarta
Jumat, Februari 3, 2023

Mendag Akan Sediakan Tempat Pendingin Besar Agar Stok Pangan RI Aman

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan angkat bicara soal stimulus mengatasi masalah pangan. Dia mengusulkan agar ada tempat pendingin berkapasitas besar (cold storage) untuk bisa menyimpan stok pangan minimal satu bulan lamanya.
Saat ini, menurutnya, Indonesia tidak memiliki rencana stok pangan, kecuali beras. Padahal, harga sejumlah komoditas ini sangat fluktuatif.
Zulhas memberi contoh pada kasus harga telur yang fluktuatif tergantung kepada banyaknya permintaan konsumen. Hal serupa juga terjadi pada harga cabai, dan daging ayam yang naik turun berdasarkan pasokan.
“Kita usahakan agar kita ada stok pangan. Ada pendingin yang besar itu, cold storage, kita punya stok pangan satu bulan. Kalau tidak bisa satu bulan, ya dua minggu dulu. Dua minggu sudah, tiga minggu. Tiga minggu sudah, satu bulan,” katanya dalam Polemik Impor Beras di Akhir Tahun yang digelar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia atau ICMI, Selasa (27/12).
Tanpa tempat tersebut, dia bilang banyak stok pangan Indonesia yang justru busuk. Contohnya telur yang baru keluar dari ayam langsung dijual pada hari yang sama.
Kata dia, kalau permintaannya banyak, harga langsung naik. Tapi begitu harganya turun, harga langsung anjlok di hari berikutnya.
“Kalau permintaannya besok sedikit, harganya turun. Ayam dipotong, dijual pagi. Harganya bagus. Kalau makin siang, harganya turun. Karena kalau tidak laku, ayamnya busuk,” jelas Mendag Zulhas.
Hal yang sama juga terjadi pada komoditas cabai yang cepat membusuk karena tak ada tempat penyimpanan berkapasitas besar. Cold storage yang diusulkan ini, kata dia, melihat contoh dari negara lain yang sudah menggunakannya.
“Kalau bapak pergi ke Dubai, Qatar, atau Arab Saudi atau negara maju, ada stok pangan untuk 2-3 bulan,” ujarnya.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles