31.9 C
Jakarta
Sabtu, Februari 4, 2023

Memahami Karakter Kelinci di Tahun Kelinci

Balon raksasa berbentuk kelinci yang dipasang untuk menyambut Tahun Kelinci di Alun-alun Gwanghwamun, Jongno-gu, Seoul. (Kim Sunjoo)

Balon raksasa berbentuk kelinci yang dipasang untuk menyambut Tahun Kelinci di Alun-alun Gwanghwamun, Jongno-gu, Seoul. (Kim Sunjoo)

Penulis: Lee Jihae

Tahun 2023 di Korea disebut sebagai Tahun Gyemyo. Gye (癸) berarti hitam dan myo (卯) berarti kelinci. Oleh karena itu, Tahun Gyemyo berarti Tahun Kelinci Hitam.

Asia Timur memiliki kebudayaan yang sama untuk menghitung tahun. 12 jenis hewan secara bergiliran menyimbolkan sebuah tahun dan kelinci merupakan hewan keempat dalam perhitungan tersebut.

Kelinci memiliki hubungan yang sangat dekat dengan bulan. Kisah mengenai bulan dan kelinci bisa dilihat melalui lukisan pada Dinasti Goguryeo hingga berbagai puisi klasik, lukisan, serta cerita rakyat pada Dinasti Joseon. Leluhur Korea percaya bahwa kelinci tinggal di bulan.

 Leluhur Korea pada zaman dahulu percaya bahwa kelinci mampu membawa kesehatan, umur panjang, dan hidup yang sehat saat melihat permukaan bulan. Mereka mengasosiasikan bulan dengan kelinci yang menumbuk lesung. Foto di atas menujukkan gambaran seekor kelinci yang sedang menumbuk lesung di bawah pohon imajiner. (Museum Nasional Rakyat Korea)

Leluhur Korea pada zaman dahulu percaya bahwa kelinci mampu membawa kesehatan, umur panjang, dan hidup yang sehat saat melihat permukaan bulan. Mereka mengasosiasikan bulan dengan kelinci yang menumbuk lesung. Foto di atas menujukkan gambaran seekor kelinci yang sedang menumbuk lesung di bawah pohon imajiner. (Museum Nasional Rakyat Korea)

Ada sebuah lagu anak-anak di Korea berjudul “Bandal (Bulan Setengah).” Lagu ini menggambarkan seekor kelinci yang sedang menumbuk lesung. Kisah kelinci yang tinggal di bulan dan di pohon imajiner tersebut juga bisa ditemukan di Tiongkok dan Jepang.

Di dalam dongeng Korea, kelinci sering digambarkan sebagai seekor hewan yang licik. Dalam kisah berjudul “Kelinci dan Harimau,” kelinci digambarkan hampir dimakan oleh harimau, tetapi bisa melarikan diri.

Kisah pansori (pengisahan cerita dalam bentuk nyanyian) yang berjudul “Sugungga” dan novel klasik Korea berjudul Byeoljubujeon memiliki alur cerita yang sama sehingga kadang-kadang disebut sebagai “Kisah Raja Laut” atau “Kisah Kelinci.”

Dalam “Kisah Kelinci” tersebut kelinci digambarkan bisa beradaptasi dalam suasana yang sulit. Sang penyu naik ke daratan untuk mencari kelinci karena Raja Naga Bawah Laut memerlukan hati kelinci untuk menyembuhkan penyakitnya. Sang penyu menipu kelinci agar bisa membawa kelinci datang ke istana raja laut. Sang penyu mengatakan bahwa kelinci akan mendapatkan kekayaan dan hidup terhormat apabila mau datang ke istana raja laut. Akan tetapi, kelinci berhasil melarikan diri dari istana tersebut karena ia berbohong kepada raja dan para bawahannya dengan mengatakan bahwa hatinya tertinggal di rumahnya yang berada di daratan.

Dalam Kisah Kelinci tersebut kelinci digambarkan bisa beradaptasi dalam suasanya yang sulit. Ia berhasil melarikan diri dari raja laut dan penyu yang menginginkan hatinya. Foto di atas menggambarkan sang kelinci yang sedang pergi menuju istana bawah laut dengan menunggang punggung penyu. (Museum Nasional Rakyat Korea)

Dalam “Kisah Kelinci” tersebut kelinci digambarkan bisa beradaptasi dalam suasanya yang sulit. Ia berhasil melarikan diri dari raja laut dan penyu yang menginginkan hatinya. Foto di atas menggambarkan sang kelinci yang sedang pergi menuju istana bawah laut dengan menunggang punggung penyu. (Museum Nasional Rakyat Korea)

Kelinci memiliki IQ 50, lebih tinggi daripada harimau (45) dan penyu (20). Walaupun kelinci memiliki daya penglihatan yang kurang baik, akan tetapi kedua matanya dapat berputar 360 derajat sehingga memiliki jangkauan penglihatan yang cukup luas. Kelinci memiliki sensitivitas terhadap cahaya delapan kali lebih baik dari manusia sehingga bisa melihat di tempat yang gelap.

Kelinci juga dua kali lebih sensitif terhadap suara dibanding manusia sehingga kelinci bisa mendengar suara dari jauh. Kelinci bisa melarikan diri dengan cepat karena bisa mengetahui kedatangan musuhnya dari jauh. Oleh karena itu, kelinci merupakan simbol ‘kecepatan’ dari dahulu.

Banyak tempat yang menggunakan nama terkait kelinci di seluruh Korea. Bedasarkan data Institut Geografi Nasional, terdapat 158 nama tempat yang menggunakan kelinci dari 1,5 juta nama tempat di seluruh Korea pada tahun 2011.

Ada berbagai acara terkait kelinci di seluruh Korea untuk menyambut datangnya Tahun Kelinci.

Museum Nasional Rakyat Korea yang terdapat di Jongno Seoul menyelenggarakan pameran khusus bertajuk “Here Comes a Rabbit” hingga 6 Maret mendatang. Pengunjung dapat masuk dengan gratis.

Seoul Grand Park yang terletak di Kota Gwacheon menyelenggarakan pameran luar ruangan bertajuk “2023 Jump Project” hingga 26 Februari dengan menampilkan 23 karya patung kelinci.

Asosiasi Kartun Korea dan Badan Konten Manhwa Korea menyelenggarakan pameran kartun kelinci yang diiikuti oleh 60 orang kartunis Korea dan Jepang. Pameran ini akan diadakan hingga 26 Februari di Korea Manhwa Museum yang terletak di Kota Bucheon, Provinsi Gyeonggi.

Di taman hiburan Everland, sebuah boneka kelinci raksasa setinggi 15 m diletakkan di area Global Fair yang berada di dekat pintu masuk.

Museum Nasional Rakyat Korea menyelenggarakan pameran khusus bertajuk Here Comes a Rabbit hingga 6 Maret mendatang untuk menyambut Tahun Kelinci. (Museum Nasional Rakyat Korea)

Museum Nasional Rakyat Korea menyelenggarakan pameran khusus bertajuk “Here Comes a Rabbit” hingga 6 Maret mendatang untuk menyambut Tahun Kelinci. (Museum Nasional Rakyat Korea)

[email protected]

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles