26.7 C
Jakarta
Kamis, Februari 9, 2023

Megawati: Indonesia Punya Potensi Besar Kembangkan Obat dari Bahan Alami

Ketua Umum PDIP, Prof. Dr. (HC). Megawati Soekarnoputri, menilai perlu ada pendekatan baru dalam mengembangkan dunia medis di Indonesia.
Megawati menilai, Indonesia harus bisa memanfaatkan kekayaan lokal untuk memajukan pengobatan medis.
Megawati mengungkapkan hal itu dalam peresmian renovasi dan revitalisasi Grand Inna Bali Beach serta penjelasan dan presentasi pembangunan Rumah Sakit Mayo dan Kebun Tanaman Obat di Denpasar, Bali, Senin (16/1).
Megawati turut didampingi Ketua DPR Puan Maharani, Menteri BUMN Erick Thohir hingga Kepala BRIN Laksana Tri Handaka. Megawati berkeliling sekaligus bertanya tanaman obat apa yang akan dibudidayakan.
“Cari tanam-tanaman obat-obatan Indonesia,” kata Megawati.
Megawati kemudian menceritakan salah seorang sahabatnya di Jeju, Korea Selatan, bernama Professor Kim. Prof Kim disebut mengelola sebuah hotel namun memadukannya dengan layanan kesehatan.
Presiden ke-5 RI ini menjelaskan, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan obat-obatan alami. Baginya, flora dan fauna Indonesia sangat kaya, jauh dibanding negara luar yang memproduksi obat-obatan kimiawi.
“Karena gak ada bahan alami, makanya yang dia campur itu kimiawi. Kalau kita dari bahan alami,” kata Megawati.
Megawati kemudian mendorong kepada seluruh masyarakat Indonesia bisa meniru semangat dan cara hidup orang Bali dalam mencintai bumi dan lingkungan.
Megawati menuturkan, saat Bung Karno masih ada dan membawanya jalan ke Bali, ia menanyakan kebiasaan di Bali tentang melingkarkan kain di pohon.
“Saya dulu jalan sama bapak saya, saya bilang ama bapak saya, pohon aja kenapa sih dikasih pakaian kain gitu? Bapak saya bilang itu menghormati alam begitu lho. Nah, kalau menurut saya, karena saya suka pohon, bagi saya so sweet gitu, pohon diurus-urus gitu. Sementara kita yang lain justru sering nebang pohon. Kalau di Bali ini dipeluk-peluk,” kata Megawati.
Sementara Erick Thohir mengatakan, di Kawasan Ekonomi Khusus itu, selain renovasi Hotel Grand Inna Sanur dan rumah sakit internasional, akan dibangun kawasan ethnomedicinal botanic garden yang bekerja sama dengan BRIN.
“Pengembangan ethnomedicinal botanic garden berbasis lontar usada. Nah ini, kita coba manuskrip pengobatan tradisional Bali yang menggunakan tanaman herbal lokal yang bekerja sama dengan BRIN dan seluruh tokoh-tokoh daripada kesehatan yang ada di Bali,” ujar Erick.
Menurut Erick, KEK Sanur memiliki luas 41 hektare dan di mana 55 persen adalah kawasan hijau. Kementerian BUMN telah menghitung kawasan Sanur saat ini kekurangan pepohonan.
“Nah itulah kenapa kita kasih breeding space taman sebesar 5 hektare, dan ini yang kita jaga bagaimana keberlanjutannya,” ujar Erick.
Sedangkan Komisaris Utama Injourney, Triawan Munaf, mengatakan sektor wisata kesehatan adalah sebuah potensi baru yang dapat memberikan solusi bagi masyarakat Indonesia untuk membawa kemampuan medisnya ke dunia internasional.
Triawan mengatakan, Kementerian BUMN menginisiasi area Sanur menjadi destinasi pariwisata kesehatan yang terintegrasi.
“Gagasan dan langkah ini diharapkan menjadi transformasi besar bagi wisata kesehatan Indonesia,” kata Triawan Munaf.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles