31.4 C
Jakarta
Selasa, Desember 6, 2022

Masalah Kesehatan Mental yang Umum Dialami Ibu Selama Pandemi COVID-19

Pandemi COVID-19 yang hingga kini masih berlangsung membawa dampak yang signifikan terhadap kehidupan manusia, terutama soal kesehatan. Tak hanya kesehatan fisik, pandemi ini juga mempengaruhi kondisi kesehatan mental masyarakat. Tak terkecuali para ibu.
Ya Moms, mengutip Verywell Mind, pandemi COVID-19 turut mempengaruhi kesehatan mental ibu. Hal itu disebabkan oleh adanya pembatasan sosial, kurangnya dukungan, dan tekanan dalam mengasuh anak serta mengurus rumah tangga.
“Ini meningkatkan stres tentang pengasuhan keluarga, pengasuhan anak, dan sekolah, serta isolasi dan kesepian yang memaksa beberapa keluarga dan ibu untuk tinggal di rumah dan mengisolasi bersama sebagai keluarga jauh dari lingkaran sosial yang mendukung,” jelas Rachel Benjamin, LCSW., terapis asal New York, Amerika Serikat.
Tak hanya itu, masalah kesehatan mental selama pandemi juga dialami oleh beberapa ibu hamil.
“Sebelum pademi, tingkat gangguan mood dan kecemasan pada ibu hamil hanya sekitar satu dari lima ibu. Selama dua tahun terakhir, angka tersebut meningkat menjadi 50 – 70 persen,” ungkap Paige Bellenbaum, LMSW., direktur dan pendiri The Motherhood Center New York.
Masalah kesehatan anak menjadi perhatian utama selama pandemi kerap membuat beberapa ibu merasa lebih tertekan hingga mengalami kecemasan.
“Ini semua mempengaruhi kecemasan para ibu. Beberapa kecemasan wajar pada saat pandemi, sementara yang lain terkait dengan menghadarpi lebih banyak hal yang tidak diketahui atau ketakutan daripada yang harus mereka hadapi di masa lalu. Rasanya seperti dunia terbalik, yang dapat menyebabkan kesusahan, kecemasan, kerendahan hati, kemarahan, atau kelesuan,” kata Benjamin.
Ya Moms, ibu umumnya memiliki peran penting dalam mengatur keluarga, mulai dari mengasuh anak hingga menjaga rumah tangga agar tetap berjalan dengan baik. Saat pandemi datang, peran tersebut seakan terasa lebih berat dan dapat berdampak pada kesehatan mental ibu. Kondisi tersebut umumnya dialami oleh ibu baru.
“Para ibu baru mengalami masa-masa sulit karena komunitas tatap muka sangat kurang. Bahkan sekarang, rasanya orang lebih banyak tinggal di ruma daripada membuka rumah dan bersosialisasi. Para ibu mungkin juga merasakan dampak isolasi pada hubungan mereka, terutama tidak memiliki ruang yang mandiri dari hubungan mereka dengan anak atau pasangannya,” lanjut Benjamin.
Lebih lanjut, Bellenbaum juga menemukan bahwa masalah kesehatan mental yang umum dialami ibu selama masa pandemi adalah kecemasan perinatal dan gangguan obsesif kompulsif (OCD).
“Ada stres dan kekhawatiran yang mendalam seputar kesehatan dan kesejahteraan bayi selama COVID-19 dan tanggung jawab ibu baru untuk menjadi bayi mereka aman dan terlindungi,” katanya.
Hal lain yang membuat ibu mengalami kecemasan selama pandemi adalah soal vaksinasi anak.
“Ibu baru dari anak-anak yang lebih muda, balita, dan bayi juga masih bergumul dengan kecemasan tentang anak-anak mereka yang belum divaksinasi,” ujar Benjamin.
Nah Moms, jika Anda merasa kesehatan mental Anda terganggu, tak ada salahnya untuk berkonsultasi ke psikolog. Hindari mendiagnosis diri sendiri dan memendam semuanya sendirian karena hal itu berisiko memperparah kondisi Anda.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles