25.6 C
Jakarta
Senin, Desember 5, 2022

Marcos Jr Tinjau Lokasi Longsor Akibat Badai Nalgae, Minta Bantuan Dipercepat

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr pada Selasa (1/11) meninjau Provinsi Maguindanao, Filipina bagian selatan yang terjadi longsor karena dihantam badai Nalgae pada Sabtu (29/10).
Dikutip dari Reuters, jumlah korban tewas akibat longsor bertambah menjadi 110 orang. Sementara lebih dari 100 orang mengalami luka-luka dan 33 orang masih hilang, menurut otoritas badan bencana setempat.
Menurut data pemerintah, badai tropis Nalgae yang menghantam Maguindanao adalah badai yang paling merusak kedua setelah badai tropis Megi yang menewaskan 214 orang pada April lalu.
Dalam kunjungan, Marcos memerintahkan pejabat terkait untuk mendistribusikan paket bantuan lebih cepat kepada korban terdampak. Selain itu, Marcos mengingatkan warga lainnya untuk evakuasi dini karena menurut otoritas Filipina, diperkirakan akan ada empat badai tropis lainnya yang akan datang sebelum akhir tahun.
“Ketika kami melakukan inspeksi udara, saya melihat bahwa tanah longsor terjadi di pegunungan gundul dan itulah masalahnya,” kata Marcos yang juga mengunjungi pusat evakuasi di provinsi Maguindanao.
Filipina mengalami topan atau badai tropis rata-rata 20 kali per tahun. Badai tropis yang datang kerap menyebabkan bencana tanah longsor dan banjir yang disebabkan karena naiknya intensitas siklon tropis akibat perubahan iklim. Selain itu, banjir dan longsor juga terjadi akibat hujan di daerah-daerah yang gundul.
Badai tropis itu mendarat di sejumlah tempat di wilayah timur sejak Sabtu (29/10). Ketika badai tropis Nalgae melintasi Pulau Luzon menuju Laut China Selatan, otoritas memperingatkan potensi banjir dan tanah longsor akibat hujan lebat di wilayah ibu kota dan provinsi terdekat.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles