27.7 C
Jakarta
Minggu, Januari 29, 2023

Mahfud MD Temui Marinir di Pulau Rondo: Jaga NKRI dengan Penuh Tanggung Jawab

Menko Polhukam Mahfud MD mengunjungi Pos Pengamanan Pulau Terluar (Pamputer) di Pulau Rondo, pulau terluar yang masuk dalam wilayah Sabang, Aceh.
Di hadapan 34 prajurit TNI dari Korps Marinir penjaga pulau tak berpenghuni itu, Mahfud mengharapkan keikhlasan para petugas dalam menjaga wilayah perbatasan.
“Jagalah NKRI ini dengan penuh pengabdian dan tanggung jawab,” katanya, Rabu (21/12).
Dalam kunjungan kerjanya tersebut, Mahfud didampingi Mendagri Tito Karnavian, Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tanjung, Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki dan Kapolda Aceh Irjen Ahmad Haydar.
Kunjungan Mahfud ke pulau terluar juga sebagai penegasan pemerintah tidak akan menjual pulau-pulau di Indonesia kepada pihak asing. Sebab sebelumnya ramai isu penjualan Kepulauan Widi di Maluku Utara.
Kepada para petugas yang berjaga di pulau terluar Indonesia, Mahfud berpesan untuk selalu optimis. Sebab pemerintah punya tekad kuat membangun Indonesia dari pinggiran. Meskipun ia paham menjaga pulau terpencil tidak mudah.
“Saya tahu banyak kesulitan yang kalian hadapi, seperti yang disampaikan kepada kami, tetapi itu adalah bagian pengabdian kepada negara,” ujarnya.
Mahfud mengaku, selama ini dirinya banyak menerima laporan serta telah melihat langsung kondisi pos Pengamanan Pulau Terluar di wilayah tersebut.
“Kita banyak mendapat laporan, melihat sendiri secara fisik. Tentu kita akan memberi catatan-catatan khusus untuk diperbaiki pengelolaannya dan penjagaannya, sehingga dari waktu ke waktu semakin maju,” ucapnya.
Sebelum meninggalkan Pulau Rondo, Mahfud kembali berpesan kepada para petugas agar menjaga wilayah terluar Indonesia dengan penuh keikhlasan dan pengabdian.
“Kepada adik-adik TNI dan aparat lain yang bertugas di sini, saya mengucapkan tetaplah bekerja dengan penuh keikhlasan demi pengabdian kepada bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tuturnya.
Sementara Pj Wali Kota Sabang, Reza Fahlevi, mengatakan aksesibilitas di Batas Wilayah Negara dan Kawasan Perbatasan (BWN-KP) Sabang menjadi hal penting yang harus diprioritaskan.
“Apalagi mengingat Kota Sabang juga daerah wisata, tentu dalam mengelola daya tarik ini yang paling perlu kita tingkatkan adalah aksesibilitas. Kita punya bandara, sekarang kita tengah berupaya bagaimana bandara yang sudah terhenti perkembangannya ini, untuk ada upaya re-aktivasi,” kata Reza.
Menurut Reza, pembangunan aksesibilitas ini akan mendongkrak perekonomian masyarakat.
Selain itu, juga perlu adanya dukungan untuk peningkatan sistem pertahanan dan keamanan berbasis PPKT (Pulau-Pulau Kecil Terluar), peningkatan SDM, sarana dan prasarana di Kota Sabang.
“Seperti di Pulau Rondo sebagai kawasan perbatasan ada fasilitas helipad, tapi perlu juga ada peningkatan untuk dermaga, penyediaan air bersih yang memang masih sangat terbatas di sana,” ungkap Reza.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles