28.9 C
Jakarta
Rabu, Desember 7, 2022

Luncurkan ‘Ada Polisi’, Polda Metro Jaya Ingin Kejahatan Jalanan Berkurang

Polda Metro Jaya terus melakukan inovasi dalam mengatasi kejahatan jalanan yang kian marak terjadi. Salah satunya dengan meluncurkan aplikasi 'Ada Polisi'.
Peluncuran aplikasi itu dilangsungkan di Balai Pertemuan Polda Metro Jaya (BPMJ), Kamis (17/11). Acara itu turut dihadiri Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran, Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi, Pangdam Jaya Mayjen TNI Untung Budiharto.
“Program Ada Polisi adalah inovasi Polda Metro Jaya untuk menerapkan pemolisian modern yang berorientasi pada pencegahan khususnya kejahatan jalanan di wilayah hukum Polda Metro Jaya dengan teknologi digital disertai dengan aksi nyata di lapangan,” kata Fadil dalam sambutannya.
Nantinya, lanjut Fadil, aplikasi itu diharapkan dapat membantu fungsi Bhabinkamtibmas dalam memberikan pembinaan terhadap masyarakat sebagai rangkaian pencegahan suatu tindak kejahatan.
Aplikasi Ada Polisi berisi data hasil identifikasi dan pengetahuan tentang statistik, karakteristik dan sebab-sebab terjadinya kejahatan di masyarakat.
“Tidak semua masalah bisa didigitalisasi, digital bukan jalan pintas. Namun dengan aplikasi 'Ada Polisi' ini, sarana mempermudah mencapai tujuan tanpa melewatkan interaksi,” ujarnya.
Koorspripim Polda Metro Jaya, AKBP Iverson Monossoh yang merupakan Ketua Pokja Aplikasi Ada Polisi menyebut, pencegahan suatu tindak kejahatan akan lebih mudah dilakukan menggunakan aplikasi tersebut.
Personel bhabinkamtibmas tinggal mensosialisasikan berbagai cara pencegahan tindak kejahatan ke masyarakat. Cara-cara itu pun telah lengkap tersedia dalam aplikasi Ada Polisi.
“Aplikasi Ada Polisi menjadi salah satu tools untuk melakukan pencegahan, dengan membangun sistem big data dari tindakan kriminal yang sudah terjadi, maupun yang berpotensi terjadi,” jelas Iver.
“Dengan demikian, kita dapat mengidentifikasi akar masalah, menganalisa karakteristik dan pola kejahatan, baik tempat, waktu, sarana, alat kekerasan termasuk penggunaan narkoba dan minuman keras oleh pelaku. Semua akan menjadi informasi penting bagi Polri maupun stakeholder terkait, dalam menciptakan ekosistem yang membuat kejahatan jalanan sulit terjadi,” sambung dia.
Menurut Iver, pencegahan kejahatan lebih baik dilakukan ketimbang langkah penegakan hukum. Oleh sebabnya, dengan aplikasi ini pencegahan dapat lebih efektif dilakukan dengan adanya aplikasi tersebut.
“Kami menyadari bahwa penegakan hukum hanyalah salah satu opsi dari banyak pendekatan lain yang mungkin lebih sesuai dengan masalah-masalah kompleks yang menjadi penyebab terjadinya tindakan kriminal. Melalui Program Ada Polisi, Polda Metro Jaya siap menghadirkan sosok Polri sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat,” pungkas dia.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles