25 C
Jakarta
Jumat, Februari 3, 2023

Lika-liku Tenaga Medis di Cianjur: Bantu Warga Mengungsi hingga Melahirkan

Sejumlah tenaga medis yang berada di garda terdepan dalam membantu penanganan korban gempa di Cianjur, Jawa Barat, membagi kisahnya. Di antara mereka bahkan ada yang sampai membantu warga melahirkan di tenda pengungsian.
Tim paramedis yang ikut andil bersama Jabar Quick Response (JQR) itu tersebar di beberapa desa di pelosok perkampungan yang belum terakses bantuan kesehatan, seperti di Desa Cibulakan, Desa Gasol, Desa Benjot dan Desa Barukaso.
Muthia Utami misalnya, yang mengaku sangat diterima oleh warga pengungsian. Sebab, menjadi relawan yang pertama mengunjungi pengungsian di Desa Gasol, Kecamatan Cugenang. Warga turut membantu mendirikan tenda medis ketika dia datang.
“Kita relawan pertama yang datang ke situ pertama memberikan pengobatan, mereka mengungsi di persawahan gitu,” kata dia melalui keterangannya pada Senin (5/12).
Menurut Muthia, menjadi relawan bencana merupakan pengalaman pertama dan berharga.
“Kebencanaan ikut relawan tim medis ini baru pertama kali, pengalaman pertama awalnya khawatir tapi setelah melewati ya jadi terbiasa. Pengalaman ini tidak bisa dilupakan, saya sangat terketuk hati melihat warga tidur di tenda, ada yang nangis kehilangan sanak saudaranya,” ucap dia.
Hal senada dikatakan Fauziah. Dia mengaku terketuk hatinya ketika melihat ada sejumlah warga terdampak yang mengungsi hingga ke kandang kambing. Kandang kambing itu ditinggali oleh bayi dan juga lansia. Saat itu, dia pun memberi imbauan agar mengungsi ke tempat yang lebih nyaman.
“Saya masih terbawa suasana melihat warga harus mengungsi ke pengungsian ternak kambing, sedih juga melihat warga tinggal di sana, bayi dan lansia yang terpaksa tinggal di sana,” ujar Fauziah.
Cerita lainnya diungkapkan Iqbal. Dia dan temannya sesama paramedis sempat mendapat pengalaman membantu seorang ibu bernama Nurjanah yang hendak melahirkan. Sementara akses ke fasilitas layanan kesehatan cukup jauh.
“Di hari kedua mendapati ibu hamil kontraksi hebat, akses pengungsian ke akses kesehatan sangat jauh. Posko jalan setapak, terus ada reruntuhan relawan bawa tandu agak kesusahan saat evakuasi Bu Nurjanah,” kata dia.
“Alhamdulillah kita tanggap cepat, 15 menit sudah sampai ke RS dan kemudian lahir normal melahirkan bayi laki-laki,” tandas dia.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles