25.5 C
Jakarta
Selasa, Desember 6, 2022

Korsel Membuka Laboratorium Bawah Tanah Sedalam 1 Km dan Seluas 3.000 ㎡

Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi serta Institute for Basic Science (IBS) meresmikan pembukaan Yemi Lab pada 5 Oktober lalu di Jeongseon-gun, Provinsi Gangwon. Yemi Lab merupakan laboratorium bawah tanah terdalam di Korea Selatan. (Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi )

Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi serta Institute for Basic Science (IBS) meresmikan pembukaan Yemi Lab pada 5 Oktober lalu di Jeongseon-gun, Provinsi Gangwon. Yemi Lab merupakan laboratorium bawah tanah terdalam di Korea Selatan. (Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi )

Oleh Lee Jihae



Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi serta Institute for Basic Science (IBS) meresmikan pembukaan Yemi Lab pada 5 Oktober lalu di Jeongseon-gun, Provinsi Gangwon.

Yemi Lab merupakan laboratorium bawah tanah terdalam di Korea Selatan dengan kedalaman 1.000 meter. Luas laboratorium ini mencapai 3.000 ㎡ sehingga membuatnya menjadi laboratorium terluas keenam di dunia.

IBS merencanakan akan mencari materi gelap dan meneliti neutrino di Yemi Lab mulai tahun depan.

Penelitian kali ini berfokus pada pendeteksian materi gelap yang masih belum diketahui bentuknya. Selain itu para peneliti juga akan mencoba memahami bentuk dan pembentukan alam semesta melalui penghitungan massa neutrino.

Ini merupakan salah satu tugas terbesar dari ilmu fisika modern.

Untuk bisa mendeteksi sinyal yang dikeluarkan dari materi gelap dan neutrino, maka penelitian sebisa mungkin harus dilakukan dengan mengurangi suara-suara yang dikeluarkan oleh roket luar angkasa. Oleh karena itu, berbagai tim peneliti fisika di seluruh dunia melakukan penelitian terkait di dalam laboratorium yang berada sangat dalam dari permukaan tanah.

Sebelumnya, IBS telah melakukan penelitian di laboratorium seluas 300 ㎡ yang terletak 700 meter di bawah tanah Yangyang-gun, Provinsi Gangwon. Akan tetapi luas dan kedalaman laboratorium tersebut masih kurang untuk melakukan penelitian yang lebih efektif.

Kementerian telah menyetujui pembangunan Yemi Lab pada tahun 2016. IBS juga telah mengoperasikan laboratorium ini secara sementara setelah pembangunan terowongan bawah tanah selesai pada Agustus 2020.

Pembangunan fasilitas pendeteksi skala besar termutakhir dan renovasi laboratorium yang berada di atas tanah telah selesai pada bulan September tahun ini.

IBS memindahkan semua fasilitas laboratorium Yangyang dan akan memulai aktivitas penelitian secara intensif di Yemi Lab. National Institute for Mathematical Sciences, Kyungpook National University, Korea Atomic Energy Research Institute, dan beberapa institusi lainnya akan bekerja sama untuk melakukan penelitian di Yemi Lab.

Wakil Menteri 1 Kementerian, Oh Tae-Seog mengatakan, “Laboratorium raksasa sangat diperlukan untuk bisa memberikan hasil penelitian yang mendunia dalam bidang ilmu pengetahuan dasar khusus.”

Ia melanjutkan, “Ke depannya akan ada penelitian bersama antara peneliti dalam dan luar negeri di Yemi Lab. Saya berharap Yemi Lab akan menjadi ruang penelitian dunia yang bisa maju lebih baik lagi.”

[email protected]

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles