Kisah Cinta Kecil: 'Mencari Pacar Santai'

Di pantai Cape Cod bulan Januari lalu, saya bersiap menghadapi air dingin setiap hari. “Boleh saya bergabung dengan anda?” tanya orang asing. Saya ragu-ragu. Tapi rambut merah dan senyum lebarnya mengingatkanku pada diriku yang lebih muda. “Tentu,” kataku. Ashley berusia 29 tahun. Saya 47 tahun. Selama tujuh menit di air yang sangat dingin, kami berbagi cerita: penyakit kronisnya dan perubahan kariernya; pernikahan saya yang gagal dan perjuangan membesarkan anak penderita kanker. Setiap hari sejak pertemuan pertama kami, kami bertemu untuk membenamkan diri di lautan. Kita terikat dalam baptisan harian. Sekarang saya tidak bisa membayangkan menantang air, atau kehidupan, tanpa dia. — Amy McHugh

Di aplikasi kencan, saat pertama kali saya bertanya kepada Ximena apakah dia ingin bertemu, dia menjawab, “Ya, kami akan bertemu.” Tanggapannya menunjukkan betapa teguhnya dia akan tampil dalam hubungan kami. Hal ini juga menunjukkan bahwa bahasa Inggris mungkin bukan bahasa pertamanya. Ximena berasal dari Kolombia. Satu-satunya hal yang lebih kuat dari kopi yang diseduhnya adalah jawaban “ya” yang tegas. Yoga panas? Akhir pekan di yurt? Mendaki Setengah Kubah? Kadang-kadang tidak yakin dengan bahasa Inggrisnya, tapi kami yakin, Ximena selalu siap bermain. Saat saya melamar, Ximena tidak hanya berkata, “Ya,” tapi, “Tentu saja itu dia” (Tentu saja ya). — Kristin Pene