27.7 C
Jakarta
Minggu, Januari 29, 2023

Kim Taegon, Imam Katolik Pertama Korea yang ‘Lahir’ Kembali Lewat Film

Penayangan perdana dan konferensi pers film 'A Birth' yang diselenggarakan pada tanggal 23 November di CGV Yongsan I Park Mall. Foto di atas menunjukkan Sutradara Park Heung-sik (pertama dari kiri), Aktor Yoon Shi-yoon (kedua dari kiri), dan aktor lainnya yang tampil dalam film tersebut. (Lee Kyoung Mi)

Penayangan perdana dan konferensi pers film A Birth yang diselenggarakan pada tanggal 23 November di CGV Yongsan I Park Mall. Foto di atas menunjukkan Sutradara Park Heung-sik (pertama dari kiri), Aktor Yoon Shi-yoon (kedua dari kiri), dan aktor lainnya yang tampil dalam film tersebut. (Lee Kyoung Mi)

Penulis: Lee Kyoung Mi

Video: Saluran resmi YouTube Min Film

Seoul, Korea Selatan

Imam Katolik pertama Korea, Santo Andreas Kim Taegon, di’lahir’kan kembali melalui sebuah film. Film yang mengisahkan perjalanan Kim Taegon tersebut berjudul A Birth atau kelahiran. Film tersebut pertama kali ditayangkan pada tanggal 23 November di CGV Yongsan I Park Mall. Sutradara Park Heung-sik beserta para aktor dalam film tersebut ikut hadir, seperti Yoon Shi-yoon, Lee Moon-sik, dan Lee Ho-won.

Melalui film ini, penonton diajak untuk melihat kisah Kim Taegon muda yang menghadapi berbagai rintangan untuk menjadi imam Katolik pertama di Korea, hingga wafat sebagai martir. Film ini dibuat untuk merayakan 200 tahun kelahiran Kim Taegon pada tahun 2021 serta terpilihnya Kim Taegon sebagai terpilih sebagai UNESCO Eminent Personalities tahun 2021.

Sutradara Park menjelaskan bahwa setelah melakukan riset, ia menyadari bahwa Kim Taegon bukan hanya sosok yang penting bagi umat Katolik saja, tetapi merupakan tokoh yang sangat penting dalam sejarah Korea. “Oleh karena itu, saya ingin membuat kisahnya menjadi sebuah film,” ungkapnya.

Sutradara Park juga menjelaskan mengenai pemilihan ‘kelahiran’ sebagai judul filmnya. “Karena film ini menceritakan bagaimana imam Katolik pertama di Korea bisa lahir. Selain itu, film ini juga menggambarkan bagaimana modernitas di Korea lahir pada masa itu,” ungkapnya.

Salah satu adegan dalam film A Birth yang menunjukkan bagaimana Imam Kim Taegon memberikan misa Paskah di tengah masyarakat Joseon. (Min Film)

Salah satu adegan dalam film A Birth yang menunjukkan bagaimana Imam Kim Taegon memberikan misa Paskah di tengah masyarakat Joseon. (Min Film)

Film A Birth bukan hanya berbicara mengenai agama saja. Film itu juga menceritakan bagaimana Kim Taegon muda berusaha keras untuk memodernisasi tanah airnya melalui pengajaran bahasa asing dan memperkenalkan berbagai peradaban dunia barat, seperti teknik pengukuran.

Penonton juga bisa melihat penggambaran peristiwa sejarah seperti Persekusi Gihae dan Peperangan Opium. Persekusi Gihae merupakan peristiwa penganiayaan umat Katolik pada zaman Dinasti Joseon yang terjadi pada tahun 1839. Saat itu, 3 orang imam Katolik yang berasal dari Prancis serta 70 orang umat Katolik wafat.

Yoon Shi-yoon yang berperan sebagai Kim Taegon berkata, “Film ini menceritakan mengenai seorang anak muda yang mengajak untuk mengeksplorasi dan mencoba dunia baru. Banyak dialog dalam bahasa asing (bahasa Latin, Prancis, dan Mandarin). Saya juga lelah karena pergi ke banyak tempat dalam berbagai musim, akan tetapi saya menganggap ini sebagai tantangan dalam misi kudus.”

Yoon Shi-yoon (kedua dari kiri) yang berperan sebagai Kim Taegon dalam film A Birth dan Kardinal Lazarus You Heung-sik (ketiga dari kiri) memperlihatkan poster film A Birth kepada Paus Fransiskus di Vatikan pada tanggal 16 November (waktu setempat). (Vatikan)

Yoon Shi-yoon (kedua dari kiri) yang berperan sebagai Kim Taegon dalam film A Birth dan Kardinal Lazarus You Heung-sik (ketiga dari kiri) memperlihatkan poster film A Birth kepada Paus Fransiskus di Vatikan pada tanggal 16 November (waktu setempat). (Vatikan)

A Birth sebelumnya sempat ditayangkan dalam penayangan khusus di Vatikan pada tanggal 16 November (waktu setempat) yang dihadiri oleh Paus Fransiskus. Sutradara Park Heung-sik beserta aktor utama Yoon Shi-yoon, Lee Moon-sik, dan Lee Ho-won ikut berdialog dengan Paus Fransiskus mengenai film tersebut.

Menurut Min Film, Vatikan sangat mengapresiasi film tersebut. “Film A Birth sangat berkesan karena merupakan film mengenai Santo Andreas Kim Taegon yang dibuat oleh para seniman besar Korea. Saya juga merasa Anda semua diberkati karena selama proses pembuatan film telah mempelajari dan meneliti kehidupan seorang penganut Katolik dan manusia yang begitu indah,” jelas juru bicara Vatikan.

Yoon Shi-yoon juga sangat terkesan dengan respon hangat dari para penonton film tersebut. “Saya bisa merasakan bahwa dunia barat sangat menunggu-nunggu dan tertarik untuk melihat bagaimana Katolik bisa tumbuh dan berkembang dengan ajaib dalam satu negara kecil di dunia timur ini. Ini semua berkat kebudayaan Korea yang saat ini sedang dicintai dunia sehingga masyarakat dunia pun tertarik dengan dunia perfilman Korea,” ungkapnya.

Santo Andreas Kim Taegon lahir pada tanggal 21 Agustus 1821 di Dangjin, Provinsi Chungcheongnam. Pada tanggal 17 Agustus 1845, ia ditahbiskan menjadi imam Katolik pertama Korea. Ia wafat pada usia 25 tahun karena dedikasinya dalam menyebarkan agama Katolik di Korea. Kim Taegon diangkat menjadi seorang santo pada kunjungan Paus Yohanes Paulus II ke Korea Selatan tahun 1984.

Kim Taegon sebagai ditetapkan sebagai UNESCO Eminent Personalities karena kehidupan dan pencapaiannya sesuai dengan ideologi yang ingin dicapai oleh UNESCO. Patung Kim Taegon juga akan dipasang pada Basilika Santo Petrus Vatikan.

Film A Birth ditayangkan untuk umum di Korea Selatan mulai tanggal 30 November.

[email protected]

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles