27.3 C
Jakarta
Rabu, Februari 1, 2023

Kerek Daya Saing, Kemenperin Mau Percepat Transformasi Digital Sektor Manufaktur

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berniat mengakselerasi penerapan peta jalan Making Indonesia 4.0 sebagai inisiatif strategi dan menjadi agenda nasional. Hal itu dinilai bisa merevitalisasi sektor manufaktur nasional melalui pemanfaatan teknologi industri 4.0.
Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Doddy Rahadi, mengatakan upaya transformasi digital bisa membuat industri semakin efisien dan berkualitas. Sehingga bisa lebih berdaya saing global.
“Oleh karena itu, kami fokus melaksanakan berbagai program prioritas yang terdapat dalam roadmap Making Indonesia 4.0,” kata Doddy melalui keterangan tertulis, dikutip pada Rabu (7/12).
Doddy menjelaskan, peta jalan Making Indonesia 4.0 telah diterapkan sejak 2018 sebagai strategi transformasi industri 4.0. Tujuannya untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing industri nasional, serta membantu memudahkan industri dalam meningkatkan efisiensi dan bisnis perusahaan.
“Proses transformasi industri 4.0 juga sangat membantu perusahaan industri dalam menyesuaikan dan menjalankan protokol kesehatan selama pandemi Covid-19, baik dalam pengaturan proses kerja maupun terkait SDM,” ujar Doddy.
Doddy merasa dibutuhkan dukungan para pihak terkait dalam mempercepat transformasi digital. Selain itu, kata Doddy, transformasi industri 4.0 dinilai menjawab permasalahan yang dihadapi pelaku industri dan mempercepat pemulihan industri nasional saat ini.
“Di sinilah pentingnya kita mengakselerasi Journey Transformasi Industri 4.0 ini. Sebagai dampak positif transformasi industri 4.0, terdapat beberapa perusahaan manufaktur telah mampu menurunkan konsumsi energi antara 4-40 persen, peningkatan produktivitas 5-22 persen, serta penurunan cost production 3-78 persen,” ungkap Doddy.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles