26.9 C
Jakarta
Minggu, Desember 4, 2022

Kerajinan Radio Kayu Asal Cianjur Jadi Suvenir KTT G20

Kerajinan radio kayu karya perajin asal Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terpilih menjadi satu di antara official merchandise atau suvenir resmi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.
Produk karya perajin kayu, Helmi Suana Permanahadi (41), itu akan menjadi suvenir bagi para anggota delegasi forum kerja sama ekonomi internasional yang acara puncaknya digelar pada 15-16 November 2022 di Bali.
Helmi mengatakan terdapat 20 produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang dipilih Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, dan Smesco sebagai suvenir resmi KTT G20, satu di antaranya radio kayu buatannya.
Helmi mengaku bangga dan senang dengan terpilihnya radio hasil karyanya itu menjadi buah tangan bagi para anggota delegasi KTT G20.
“Tentunya menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya, karena dipercaya untuk ambil bagian dalam ajang internasional tersebut. Kaget dan senang campur aduk,” kata Helmi kepada wartawan.
Dari 15 desain produk yang diajukan untuk dikurasi, pihak Smesco memilih empat model radio kayu untuk diproduksi sebagai salah satu suvenir resmi KTT G20, yakni model Cipanas, Joglo, Gede Pangrango, dan Wijaya Kusuma.
“Terdapat lima model atau desain yang disetujui Smesco, di antaranya model Cipanas, Joglo, Gede Pangrango, dan Wijaya Kusuma,” ujar Founder dan CEO Faber Instrument Indonesia ini.
Helmi mengungkapkan, setiap model radio kayu yang diproduksinya memiliki makna filosofi masing-masing yang diaplikasikan ke dalam bentuk dan setiap detail desainnya.
Helmi berharap pesanan bisa terus bertambah hingga hari pelaksanaan G20. Sebab produk Helmi nantinya juga akan dipamerkan di ajang pertemuan para pemimpin dunia itu.
“Kita selaku perajin ini diberi spot untuk mendisplay produk di lokasi acara. Momen ini tentunya menjadi kesempatan besar agar produk ini bisa dikenal lebih luas lagi,” jelasnya.
Kerajinan wooden radio vintage return ini terbilang ciamik, dikemas dalam nuansa vintage tetapi menghadirkan fitur kekinian sehingga fungsinya tak hanya untuk mendengarkan siaran dari stasiun radio, tapi juga bisa menyetel musik melalui perangkat USB.
Selain sebagai home audio, radio kayu itu juga bisa dijadikan home dekor untuk disimpan di sudut ruangan.
“Untuk beberapa model, juga sudah dilengkapi bluetooth sehingga bisa dioperasikan melalui smartphone,” kata Helmi.
“Untuk menjaga kualitas produk, bahan baku kayu yang dipilih adalah jenis Jati dan Pinus,” lanjutnya.
Dengan kualitas dan spesifikasi ini, Helmi membanderol hasil karyanya dengan kisaran harga Rp 1 juta hingga Rp 3 juta, tergantung ukuran, model produk, dan fitur-fitur yang tersedia.
“Produk ini sudah punya SVLK atau sistem verifikasi legalitas kayu, di mana kita ini memakai bahan kayu bukan dari hasil illegal logging, namun dari limbah yang ada di sekitar,” ungkap Helmi.
Helmi menceritakan, sudah menekuni usaha ini selama tujuh tahun atau sejak 2016, dengan produk pertamanya berupa gitar.
Namun kemudian beralih membuat radio kayu setelah melihat pangsa pasar yang lebih menjanjikan dari produk tersebut.
Bapak dua anak yang sebelumnya bekerja di perusahaan IT ini terus menjaga produknya untuk bisa bersaing dengan produk sejenis yang lebih modern. Selain itu ia juga menjaga agar produknya bisa tetap eksis meski dihantam pandemi COVID-19.
Sebelum mendapat kepercayaan untuk menyediakan suvenir di KTT G20 nanti, Helmi pernah membuat pesanan produk suvenir untuk perhelatan MotoGP di Mandalika pada Maret 2022.
Lebih lanjut, radio kayu buatan Helmi juga pernah berpartisipasi di KTT COP26, yakni konferensi perubahan iklim yang diadakan di Glasgow, Inggris, akhir tahun lalu.
“Melalui momen internasional seperti ini semoga radio kayu bisa dikenal lebih luas lagi, dan menembus pangsa pasar dunia,” ujar pemuda asal Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Cianjur ini.
Melihat potensi ini, Wakil Bupati Cianjur, Tb Mulyana Syahrudin mengatakan pemerintah daerah terus mendukung para pelaku UMKM agar dapat bersaing dan memiliki pangsa pasar yang besar.
“Sangat bangga, karena hasil karya perajin asal Cianjur ini menjadi satu di antara buah tangan atau suvenir dalam perhelatan KTT G20. Tentunya, pemerintah daerah sangat mendukung dengan adanya program pemberdayaan 10.000 UMKM di Kabupaten Cianjur,” jelas Mulyana.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles