30.9 C
Jakarta
Kamis, Februari 9, 2023

Kendarai Mercy, Putin Kunjungi Jembatan Krimea yang Dibom pada Oktober Lalu

Presiden Vladimir Putin mengunjungi jembatan penghubung Rusia dan Semenanjung Krimea, Jembatan Kerch, yang menjadi sasaran serangan ledakan pada Oktober lalu.
Saat melintasi jembatan yang merupakan simbol penting bagi Rusia pada Senin (5/12) itu, Putin tampak mengendarai mobil mewah buatan Jerman, Mercedes Benz (Mercy).
Pemandangan Putin berada di dalam mobil Mercedez itu terbilang unik di tengah konflik antara Rusia dan Ukraina yang masih berlangsung, di saat bersamaan pemerintah Moskow menghadapi sanksi internasional besar-besaran dari Barat — yang mana baru-baru ini kebijakan pembatasan harga ekspor minyak Rusia telah diberlakukan.
Dalam sebuah video yang disebar di media sosial, terlihat Putin berada di belakang kemudi Mercedez, didampingi oleh Wakil Perdana Menteri Rusia Marat Khusnulin.
Dalam video itu terdengar Putin bertanya kepada Khusnulin, menanyakan di mana lokasi perbaikan jembatan yang sekarang sedang berlangsung.
Ketika telah tiba di titik perbaikan jembatan, Putin meninjau kondisi terkini jembatan tersebut dan tampak berbicara dengan para pekerjanya. “Kami mengemudi di sisi kanan,” kata Putin, seperti dikutip dari Reuters.
“Sisi kiri jembatan, seperti yang saya pahami, berada dalam kondisi proses perbaikan, namun demikian perlu diselesaikan. Masih sedikit rusak, kita perlu membawanya ke kondisi ideal,” imbuhnya.
Selain itu, Putin juga berjalan di sepanjang bagian jembatan terbesar sekaligus terpanjang di Eropa itu dan memeriksa bagian-bagian jembatan yang masih tampak hangus.
Jembatan yang terdiri dari jalan raya dan rel kereta api ini terletak di Semenanjung Krimea, wilayah yang dianeksasi oleh Rusia pada 2014.
Ledakan bom itu telah menghancurkan satu bagian jembatan jalan raya dan berdampak pada terhambatnya lalu lintas di Selat Kerch.
Tak hanya itu, ledakan juga menghancurkan beberapa truk tangki pengangkut bahan bakar di jalur kereta api yang melintas menuju Krimea.
Empat tahun setelah Krimea dianeksasi, jembatan tersebut diresmikan secara langsung oleh Putin dan menjadi salah satu infrastruktur yang dibanggakan oleh Moskow. Kremlin dan Dinas Keamanan Federal Rusia (Federal Security Service/FSB) menuding intelijen militer Ukraina adalah dalang di balik serangan tersebut.
Dan tudingan ini diperkuat oleh otoritas Kiev yang secara blak-blakan merayakan momentum serangan itu dan mengatakan bahwa peristiwa itu hanya sebuah awalan.
Meski begitu, hingga kini Ukraina dan Presiden Volodymyr Zelensky mengaku tidak terlibat dalam perencanaan di balik serangan itu.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles