29.8 C
Jakarta
Jumat, Februari 3, 2023

Kemendag Perkuat Perbatasan Entikong Demi Ekspansi Pasar Malaysia

Kementerian Perdagangan (Kemendag) berupaya memaksimalkan kawasan perbatasan, untuk melakukan penetrasi pasar produk Indonesia di Malaysia.
Untuk itu, Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag menggelar Forum Strategi Pengembangan Ekspor di Marketing Point Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat pada Kamis (24/11).
“Diharapkan kegiatan forum strategi pengembangan ekspor dan business matching dapat meningkatkan penetrasi pasar produk Indonesia di daerah perbatasan,” kata Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi dalam rilis resmi, Kamis (24/11).
Melalui forum tersebut, Didi berharap agar para eksportir Indonesia dan pembeli Malaysia dapat saling bertukar informasi yang dibutuhkan dan memanfaatkan fasilitas Pos Lintas Batas Negara (PLBN) sebagai tempat promosi serta pelayanan terkait ekspor.
Adapun Marketing Point merupakan unit fasilitasi pengembangan ekspor di kawasan perbatasan negara. Dalam mendukung peningkatan ekspor nasional, Kementerian Perdagangan mendirikan pusat promosi ekspor melalui Marketing Point di PLBN.
“Akselerasi perdagangan di daerah lintas batas harus ditingkatkan. Hal ini berkaitan erat dengan misi pembangunan nasional, terutama untuk menjamin kedaulatan wilayah dan kesejahteraan rakyat di daerah perbatasan,” kata Didi.
Potensi Besar di Perbatasan Kalimantan Barat-Malaysia
Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor Kemendag, Marolop Nainggolan, mengatakan ekspor dari kawasan perbatasan Kalimantan Barat dengan Malaysia memiliki potensi sangat besar.
Kemendag memaksimalkan potensi tersebut dengan melalui promosi produk serta pelayanan informasi bagi pelaku usaha. Tercatat pada Januari-September 2022, ekspor nonmigas Provinsi Kalimantan Barat mencapai USD 2,36 miliar atau meningkat 58,52 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni USD 1,49 miliar.
Dalam lima tahun terakhir (2017-2021), ekspor nonmigas Provinsi Kalimantan Barat menunjukkan peningkatan sebesar 13,67 persen setiap tahunnya. Produk ekspor unggulan Provinsi Kalimantan Barat pada 2021 di antaranya adalah lemak dan minyak hewan, bijih, kerak abu logam dan aluminium oksida.
“Diharapkan ini menjadi pembuka untuk kegiatan promosi ekspor selanjutnya di PLBN, sehingga dapat meningkatkan peluang ekspor kita melalui wilayah perbatasan,” kata Marolop.
Pada business matching ini, sebanyak 25 pelaku usaha Indonesia dipertemukan dengan pembeli asal Sarawak Malaysia. Kegiatan business matching pada acara ini diutamakan untuk produk perawatan kulit dan kosmetik, arang, farmasi, pakaian dalam, pupuk alami, produk ramah lingkungan, dan barang konsumsi sehari-hari.
Forum Strategi Pengembangan Ekspor di Marketing Point Entikong dirangkai dengan kegiatan penjajakan kesepakatan bisnis (business matching) antara pelaku usaha Indonesia dan Malaysia.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles