23 C
Jakarta
Jumat, Februari 3, 2023

Kelompok Bersenjata di Nigeria Serang Stasiun Kereta, 32 Orang Diculik

Kelompok bersenjata menyerang sebuah stasiun kereta api di selatan Nigeria. Dikutip dari AFP, pejabat setempat mengatakan kelompok itu menculik sekitar 30 orang dan melukai yang lain sebelum polisi berhasil menyelamatkan sejumlah orang.
Penculikan untuk meminta tebusan merupakan masalah utama di Nigeria, di mana kelompok bersenjata dikenal secara lokal sebagai bandit yang melakukan penculikan massal, kebanyakan di barat laut, meski kekerasan telah menyebar ke wilayah lain.
Kelompok bersenjata itu melepaskan tembakan pada Sabtu (7/1) di stasiun kereta di daerah Edo, 360 kilometer dari timur Lagos, sebelum menculik sejumlah orang yang sedang menunggu kereta.
Komisaris Informasi Negara Bagian Edo Chris Nehikhare mengatakan 32 orang diculik. Satu orang berhasil melarikan diri dan enam lainnya diselamatkan pada Senin (9/1), saat polisi dan pemburu lokal melacak sisa tawanan.
“Enam orang itu adalah pria berusia 65 tahun, ibu menyusui dengan bayinya, anak perempuan berusia 6 tahun dan dua saudaranya yang berusia 2 dan 5 tahun,” kata Chris dalam pernyataannya.
“Kami yakin korban yang lain akan segera diselamatkan,” lanjutnya.
Presiden Muhammadu Buhari, mantan panglima angkatan darat yang berjanji akan membuat Nigeria lebih aman, mundur setelah pemilih bulan depan, dan kekhawatiran akan menjadi tantangan utama bagi siapa saja yang menggantikannya.
Kriminal bersenjata telah berulang kali menargetkan sekolah, komunitas dan jalan raya di negara bagian barat laut dan tengah, menculik lusinan orang sekaligus, dan menahan mereka di kamp hutan untuk menegosiasikan uang tebusan.
Dalam salah satu serangan yang paling dikenal di negara itu, pada Maret tahun lalu, kelompok bersenjata dengan bahan peledak meledakkan rel dan menyerbu kereta api yang sedang dalam perjalanan dari ibu kota Abuja ke kota barat laut Kaduna.
Delapan orang tewas dan puluhan lainnya diculik dan ditahan selama berbulan-bulan. Layanan kereta api baru berfungsi kembali 8 bulan setelah tahanan terakhir dibebaskan.
Militer menghadapi pemberontakan jihadis selama 13 tahun di timur laut, milisi bandit di barat laut, dan ketegangan separatis di tenggara.
Pada Juli tahun lalu, kelompok bersenjata mengebom penjara Kuje di pinggiran ibu kota Abuja, membebaskan ratusan narapidana dalam serangan yang diklaim oleh jihadis sekutu ISIS.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles