32 C
Jakarta
Sabtu, Agustus 13, 2022

Keceriaan Muncul di Kota Kecil di Australia Saat Jadi Lokasi Syuting Film Mad Max

Produksi film terbaru “Mad Max” telah dimulai di Australia, dan menciptakan keramaian di bagian selatan New South Wales. Kota pertanian Hay menyambut ratusan kru film yang memberikan dorongan ekonomi, tepat pada saat mereka butuh memulihkan perekonomian akibat pandemi Covid-19.

Syuting prekuel film “Mad Max” dilakukan di ujung bagian barat negara bagian New South Wales.

Pada tahun 2011, lanskap di sekitar kota Broken Hill itu terlalu hijau sehingga lokasi syuting dipindahkan ke Namibia.

Namun, kini kru film tersebut kembali ke Australia untuk melakukan pengambilan gambar “Furiosa” di pinggiran kota kecil Hay.

Film “Furiosa” yang dibintangi oleh Anya Taylor-Joy dan Chris Hemsworth itu dijadwalkan akan dirilis pada pertengahan tahun 2023 dan diperkirakan akan menjadi film terbesar yang diproduksi di Australia.

Pengambilan film tersebut memberikan kegembiraan yang besar bagi warga setempat dan memberikan dorongan ekonomi bagi bisnis lokal akibat pandemi COVID.

Pemesanan kamar hotel sudah penuh.

Aktor Tom Hardy berbicara saat konferensi pers untuk film Mad Max: Fury Road di festival film internasional ke-68, Cannes, Prancis, 14 Mei 2015. (Foto: AP)

Aktor Tom Hardy berbicara saat konferensi pers untuk film Mad Max: Fury Road di festival film internasional ke-68, Cannes, Prancis, 14 Mei 2015. (Foto: AP)

“Kebanyakan orang merasa senang. Ini sangat baik bagi bisnis terutama setelah COVID dan kebanyakan bisnis telah kewalahan,” kata Amiel Rabbelier, seorang manajer hotel .

Bisnis-bisnis telah melayani permintaan catering bagi ratusan kru film.

Sebuah kafe mengungkapkan, mereka menyiapkan lebih dari 200 cangkir kopi setiap hari.

“Pagi hari menjadi lebih sibuk dari biasanya. Saya kira mereka cenderung untuk pergi bekerja lebih awal,” kata Megan Griffith, manajer kafe.

Seorang warga kota Hay mengatakan, kotanya terasa hidup kembali.

Seorang warga lain mengatakan, kehadiran kru film menguntungkan kota Hay.

“Mereka membeli baju-baju dan lainnya di kota ini. Jadi saya kira hal ini memberikan hal yang baik bagi kota Hay,” katanya.

Kota pertanian yang berpenduduk sekitar 2.500 jiwa itu berupaya untuk pulih, tidak saja dari COVID-19, namun juga dari kemarau panjang.

“Kami baru saja keluar dari kemarau panjang dan kepercayaan diri warga berada pada titik terendah. Kami mendapati bisnis-bisnis yang berada di jalan utama tutup,” kata Wali Kota Hay, Carol Oatawa.

Hollywood atau yang disebut tinsel town tidak datang ke kawasan Australia setiap saat. Namun di kota Hay, warga yang menjadi tuan rumah produksi film itu berharap “Furiosa” dapat menjadi film blockbuster yang sukses besar.

Setelah menyelesaikan syuting di kota Hay, para aktor dan kru film akan meneruskan perjalanan ke berbagai lokasi di New South Wales, termasuk kota tambang Broken Hill, di mana keadaan sekelilingnya memberikan gambaran kehancuran dalam adegan film tersebut. [lj/lt]

    Related Articles

    Stay Connected

    0FansSuka
    5PengikutMengikuti
    0PelangganBerlangganan
    - Advertisement -spot_img

    Latest Articles