26.7 C
Jakarta
Minggu, Oktober 2, 2022

Jenazah Eril Tiba di Gedung Pakuan, Ingat Lagi Etika Takziah Saat Datang Melayat

Suara.com – Jenazah almarhum Emmeril Kahn Mumtadz alias Eril tiba di rumah duka di Gedung Pakuan, Bandung, Jawa Barat, pada Minggu (12/6/2022) malam. Sejumlah warga dan masyarakat diketahui sudah menunggu untuk melakukan takziah.

Pantauan dari live streaming memperlihatkan Gubernur Jawa Barat sekaligus ayahan Eril, Ridwan Kamil, memimpin salat jenazah dengan jas dan kopiah hitam.

Informasi dari akun Twitter Atalia Kamil, ibu almarhum Eril, menyebut salat jenazah dilakukan secara bertahap mulai Minggu 12 Juni pukul 22.00 WIB hingga Senin 13 Juni pukul 08.00 WIB. Pelaksanaan takziah untuk tamu dan masyarakat pun dilakukan di jam yang sama.

Dalam imbauannya, Atalia meminta masyarakat yang melakukan takziah untuk tidak mengambil dokumentasi pribadi.

Baca Juga: Ibu-ibu Ikut Menangis Saat Jenazah Eril Tiba di Bandung, Ridwan Kamil Jadi Imam Salat Jenazah

Ridwan Kamil jadi imam Sholat jenazah Eril atau Emmeril Kahn Mumtadz, yang meninggal dunia tenggelam di Sungai Aare, Swiss. (Capture Video Humas Pemprov Jabar)
Ridwan Kamil jadi imam Sholat jenazah Eril atau Emmeril Kahn Mumtadz, yang meninggal dunia tenggelam di Sungai Aare, Swiss. (Capture Video Humas Pemprov Jabar)

“Tanpa mengurangi hormat, untuk tidak melakukan dokumentasi pribadi momen takziah dan pemakaman demi kelancaran acara. Kami mohon simpati dan empatinya,” tulis Atalia, dikutip dari akun @Ata_lia.

Lalu bagaimana etika takziah yang baik? Laman Islam.NU.or.id menyebut takziah atau melayat hukumnya sunnah. Oleh karena itu setiap orang Islam sangat dianjurkan bertakziah untuk menguatkan batin orang yang sedang berduka.

Terkaiat dengan takziah, Imam al-Ghazali menyebutkan ada empat adab orang bertakziah, yakni:

“Adab orang bertakziah, yakni menghindari sebanyak mungkin hal-hal yang tidak pantas atau tabu, menampakkan rasa duka, tidak banyak berbicara, tidak mengumbar senyum sebab bisa menimbulkan rasa tidak suka,” tulis Imam Al-Ghazali dalam risalahnya berjudul Al-Adab fid Din dalam Majmu’ah Rasail al-Imam al-Ghazali (Kairo, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah, halaman 437).

Dari kutipan di atas dapat diuraikan keempat adab orang bertakziah adalah pertama, menghindari sebanyak mungkin hal-hal yang tidak pantas atau tabu. Bertakziah sudah pasti berbeda dengan menghadiri pesta perkawinan. Oleh karena itu cara kita berpakaian dalam bertakziah tidak sebaiknya disamakan dengan cara kita menghadiri pesta perkawinan yang cenderung glamor.

Baca Juga: Hingga Malam Ini Persiapan untuk Pemakaman Eril Masih Terus Dilakukan, Sejumlah Kendaraan Besar Hilir Mudik

Kedua, menampakkan rasa duka. Setiap kematian seseorang pasti menimbulkan perasaan duka yang mendalam terutama bagi keluarga atau kerabat dekat yang ditinggalkannya. Oleh karena itu orang yang bertakziah dianjurkan untuk ikut merasakan rasa duka itu dengan menampakkan wajah duka sambil mengucapkan secara tulus rasa bela sungkawa.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles