26.1 C
Jakarta
Kamis, Februari 9, 2023

Jelang Pelantikan Lula, Brasil Larang Senjata dan Kerahkan Semua Polisi Ibu Kota

Brasil akan melarang warganya membawa senjata dan akan mengerahkan seluruh kepolisian Distrik Federal untuk mengamankan pelantikan Presiden terpilih, Luiz Inacio Lula da Silva, pada 1 Januari 2023.
Mahkamah Agung Brasil telah mengeluarkan putusan yang menangguhkan izin resmi milik pemburu, penembak jitu, dan kolektor senjata untuk sementara pada Rabu (28/12).
Reuters melaporkan, hakim Alexandre de Moraes melarang mereka membawa senjata api hingga amunisi dari 28 Desember 2022 sampai 2 Januari 2023. Pembatasan tersebut berlaku di wilayah administratif yang menaungi Ibu Kota Brasilia, yakni Distrik Federal.
Tim Lula meminta penangguhan karena khawatir akan potensi kekerasan. Para pendukung tokoh sayap kiri itu takut akan adanya kerusuhan atau serangan pada hari pelantikan, mengingat ratusan ribu orang akan menghadiri acara tersebut di Brasilia.
Maka dari itu, Brasil akan turut mengerahkan seluruh petugas kepolisian distrik ibu kota selama pelantikan Lula.
“Akan ada mobilisasi seratus persen pasukan polisi di Distrik Federal untuk memastikan keselamatan tidak hanya presiden, tetapi juga delegasi asing dan publik,” terang Menteri Kehakiman dan Keamanan Publik Brasil baru, Flavio Dino, dikutip dari AFP, Kamis (29/12).
Ketegangan masih menjulang usai kemenangan tipis Lula melawan Presiden sayap kanan Brasil, Jair Bolsonaro, pada 31 Oktober.
Pendukung Bolsonaro menanggapi kekalahannya dengan kekerasan politik, menyerukan kudeta militer untuk mencegah pelantikan Lula.
Menyusul kekalahan Bolsonaro, pengemudi truk dan pengunjuk rasa lainnya memasang penghalang jalan di 271 titik di jalan raya Brasil.
Sebagian pendukungnya turut mendirikan kamp di dekat barak militer untuk mendorong tentara agar bertindak.
Kerumunan orang yang berkemah di luar markas tentara di ibu kota telah membangun reputasi sebagai kelompok yang paling ekstrem.
Mereka menyerang markas besar polisi federal sehari setelah pengesahan resmi hasil pemilu pada 12 Desember.
Seorang pria bahkan ditangkap karena diduga mencoba meledakkan bom di dekat bandara ibu kota untuk memprotes kemenangan Lula pada Sabtu (24/12). Dia menyebut Bolsonaro menginspirasinya untuk membangun gudang senjata senilai BRL 160 ribu (Rp 484 juta).
Bolsonaro—yang merupakan pendukung hak untuk memiliki senjata—pernah menyatakan bahwa orang bersenjata tidak akan diperbudak.
Dia mencabut pembatasan kepemilikan senjata saat masa jabatannya. Jumlah pemilik senjata terdaftar pun meningkat enam kali lipat.
Selama bertahun-tahun, Bolsonaro menyebarkan klaim palsu tentang kecurangan dalam sistem pemilu negara. Sejak kekalahannya dalam pemilu putaran kedua, Bolsonaro juga lebih banyak berdiam diri.
Dalam pidato beberapa hari setelah pemilu, dia mengaku akan mematuhi konstitusi. Namun, Bolsonaro tidak secara langsung mengakui kemenangan Lula. Bolsonaro dan sekutunya justru mengajukan pengaduan terkait hasil pemilu pada November.
Upaya itu digagalkan Moraes yang mengawasi Pengadilan Tinggi Pemilihan (TSE) Brasil. Akibat tidak mendapatkan bukti, Moraes menjatuhkan denda terhadap koalisi Bolsonaro.
Para pejabat mengungkapkan keprihatinan bahwa pendukung sayap kanannya akan menciptakan suasana berbahaya saat pelantikan.
Namun, Dino menegaskan, keputusan pengadilan akan membantu memastikan keamanan selama acara berlangsung. Dia mendorong warga untuk datang merayakan pelantikan Lula.
“Kelompok teroris dan ekstremis kecil tidak akan memojokkan institusi demokrasi Brasil,” tegas Dino.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles